Erdogan Bangga Turki Mampu Produksi Mobil Dalam Negeri

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Recep Tayyip Erdogan meresmikan mobil buatan dalam negeri Turki yang pertama.[Anadolu Agency/TRT]

    Presiden Recep Tayyip Erdogan meresmikan mobil buatan dalam negeri Turki yang pertama.[Anadolu Agency/TRT]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Recep Tayyip Erdogan meluncurkan prototipe mobil dalam negeri pertama Turki. Erdogan mengatakan bangga bahwa mobil tersebut mewujudkan impian lama Turki.

    "Hari ini, kita menyaksikan hari bersejarah di mana kita mencapai mimpi 60 tahun bersama Turki," kata Erdogan berbicara pada upacara peluncuran mobil di provinsi industri Kocaeli, dikutip dari kantor berita Anadolu, dalam laporan 27 Desember 2019.

    "Kami tidak membeli lisensi atau izin dari siapa pun, kami menentukan sendiri semua fitur teknisnya," katanya, menambahkan bahwa 100 lebih insinyur Turki bekerja di proyek tersebut.

    SUV tersebut akan menjadi mobil pertama yang disertifikasi Made in Turkey dan diperkirakan akan diluncurkan pada tahun 2022.

    Automobile Joint Venture Group Turki, juga dikenal sebagai TOGG, mengatakan setidaknya lima model akan dirilis pada tahun 2030.

    Presiden Recep Tayyip Erdogan berdiri di antara dua model mobil Turki pertama yang dikembangkan di dalam negeri selama upacara peluncuran, Gebze, Kocaeli, 27 Desember 2019.[Anadolu Agency/Daily Sabah]

    Erdogan menekankan Turki akan menghalangi semua upaya untuk menghambat produksi mobilnya sendiri.

    "Mereka berhasil menghambat produksi Devrim (mobil buatan Turki pertama) tetapi mereka tidak akan dapat menghalangi mobil ini," tambahnya.

    Setelah pidatonya, sebuah model mobil SUV merah dan sedan abu-abu lainnya diangkat ke atas panggung, memakai label TOGG dari konsorsium yang membangunnya.

    Turki pertama kali mencoba memproduksi mobil sendiri pada tahun 1961, Devrim yang bermakna Revolusi, tetapi tidak pernah berhasil melewati tahap prototipe.

    "Turki bukan hanya pasar untuk teknologi baru, tetapi telah menjadi negara yang mengembangkan, memproduksi, dan mengekspornya di seluruh dunia," kata Erdogan.

    Dia mengatakan pabrik untuk mobil pertama Turki akan dibuka di distrik Gemlik di provinsi barat laut Bursa.

    "Mobil ini tidak akan mencemari lingkungan karena beroperasi dengan teknologi nol-emisi," katanya.

    Fasilitas produksi untuk mobil asli Turki pertama, yang juga merupakan mobil listrik, akan dibuka di kota barat laut Bursa, dengan lebih dari 4.000 orang diperkirakan akan dipekerjakan.

    Erdogan memesan mobil terlebih dahulu mobil tersebut dan melakukan uji mengemudi. Kedua model yang diluncurkan pada hari Jumat berwarna merah dan putih, menandakan bendera Turki. Erdogan juga mengunggah video dirinya mengemudikan mobil TOGG ke Twitter dan Instagram.

    Pada bulan Juni 2018, lima raksasa industri Turki: Anadolu Group, BMC, Kok Group, Turkcell dan Zorlu Holding, serta organisasi payung, Union of Chambers dan Pertukaran Komoditas Turki, bekerja sama untuk memproduksi mobil ini, dikutip dari TRT World.

    Turki telah mengucurkan lebih dari US$ 126 juta atau Rp 1,75 triliun untuk mendanai inovasi dan pengembangan regional, menurut menteri industri dan teknologi Turki.

    Mobil listrik akan memiliki lima model, dengan 175.000 unit diproduksi dalam setahun.

    Turki sudah menjadi eksportir besar ke Eropa mobil yang dibuat di dalam negeri oleh perusahaan-perusahaan seperti Ford, Fiat Chrysler, Renault, Toyota, dan Hyundai.

    Proyek baru, yang diluncurkan pada bulan Oktober, akan menerima dukungan negara seperti keringanan pajak, dan membangun fasilitas produksi di Bursa.

    Proyek ini diperkirakan menelan biaya 22 miliar lira (US$ 3,7 miliar atau Rp atau Rp 51,5 triliun) selama 13 tahun.

    Lima model mobil dalam negeri Turki akan diproduksi dan pemerintah Turki telah dijamin untuk membeli 30.000 unit mobil pada tahun 2035.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.