Sanna Marin, Perdana Menteri Termuda Dunia yang Pernah Jadi kasir

Sanna Marin berbicara kepada media setelah ia terpilih sebagai Perdana Menteri Finlandia yang baru dalam sidang Parlemen Finlandia di Helsinki, Finlandia, 10 Desember 2019. [Lehtikuva / Heikki Saukkomaa via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin menjadi topik utama media setelah terpilih menjadi perdana menteri termuda di dunia.

Namun siapa nyana, Sanna Marin rupanya pernah bekerja sebagai kasir sebelum terjun ke politik.

Ketika terpilih menjadi perdana menteri, Sanna Marin yang berusia 34 tahun berdiri di antara barisan rapi pria paruh baya.

Mantan menteri transportasi itu menjadi terkenal di seluruh dunia awal bulan ini setelah pemimpin Partai Sosial Demokratnya mengundurkan diri dan Marin naik, menjadi perdana menteri yang termuda Finlandia, dan di dunia.

Dia sekarang memimpin koalisi pemerintahan Finlandia dari lima partai, yang semuanya memiliki pemimpin perempuan, dan hampir semuanya berusia di bawah 35 tahun.

Ini luar biasa mengingat para pemimpin negara secara tradisional adalah lelaki yang lebih tua.

"Masa muda dan gender Marin membuatnya menonjol dari para pendahulunya, yang sebagian besar adalah laki-laki berusia 50-an," kata Timo Miettinen, peneliti di Departemen Studi Politik dan Ekonomi Universitas Helsinki, dikutip dari CNN, 22 Desember 2019.

Finlandia adalah negara pertama di dunia yang memilih perempuan ke parlemen seabad yang lalu. Pada waktu itu, hanya ada dua perdana menteri perempuan sebelum Marin, masing-masing menjabat tidak lebih dari satu tahun.

Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin, saat menghadiri rapat perdananya di Helsinki, Finlandia, 10 Desember 2019. Sanna Marin resmi dilantik menjadi Perdana Menteri (PM) Finlandia usai Antti Rinne yang mengundurkan diri. Lehtikuva/Jussi Nukari via REUTERS

Sanna Marin juga memiliki latar belakang sederhana, tidak seperti pemimpin dunia rata-rata.

Orang tuanya bercerai ketika dia masih kecil karena kecanduan alkohol ayahnya, tulis Marin di blognya pada 2016.

Dia tumbuh dalam keluarga "pelangi". Ibunya memiliki hubungan sesama jenis, di wilayah Pirkkala, utara Helsinki. Mereka tinggal di apartemen sewaan dan meskipun tidak punya banyak uang, Marin menulis bahwa mereka memiliki "cinta" yang berlimpah.

Pada usia 15 tahun, pekerjaan musim panas pertama Marin adalah di sebuah toko roti, dan di sekolah menengah ia mendistribusikan majalah untuk mendapatkan uang tambahan.

Setelah lulus, ia bekerja sebagai kasir. Ini yang membuat menteri dalam negeri Estonia, Mart Helme, mengejeknya sebagai sales girl dan mempertanyakan kemampuannya untuk mengelola negara.

Estonia meminta maaf kepada Finlandia untuk komentar yang dibuat oleh pemimpin partai sayap kanan Estonia, EKRE.

"Saya sangat bangga dengan Finlandia. Di sini anak keluarga miskin dapat mendidik diri mereka sendiri dan mencapai tujuan mereka dalam hidup. Seorang kasir dapat menjadi bahkan seorang Perdana Menteri," kata Marin di Twitter.

Marin adalah anggota pertama keluarganya yang kuliah. Dia memasuki politik pada usia 20 dan dengan cepat naik pangkat di Partai Demokrat Sosial kiri-tengah. Pada usia 27 ia terpilih sebagai pemimpin Dewan Kota Tampere, dan tiga tahun kemudian ia menjadi anggota parlemen.

Politiknya berada di sebelah kiri partainya, yakni mendukung peningkatan jumlah pengungsi dan meningkatkan pajak untuk mendukung kesejahteraan warga.

Dengan latar belakangnya yang rendah hati dan kebijakan kemanusiaan, beberapa komentator telah menjadikan Marin sebagai penangkal pemimpin kuat dunia lainnya. Banyak yang membuat perbandingan dengan Perdana Menteri Selandia Baru yang progresif Jacinda Ardhern, yang menjabat pada usia 37.

Tantangan besar bagi Sanna Marin sekarang adalah bagaimana menyatukan partai Sosial Demokratn Finlandia yang terpecah, antara pendukungnya yang muda di perkotaan dan kelas pekerja tradisional yang tinggal di luar kota.






Sanna Marin Sebut Perang Ukraina Menunjukkan Eropa Terlalu Bergantung ke Amerika Serikat

2 hari lalu

Sanna Marin Sebut Perang Ukraina Menunjukkan Eropa Terlalu Bergantung ke Amerika Serikat

Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin menyatakan, Invasi Rusia ke Ukraina telah menunjukkan Eropa terlalu bergantung pada Amerika Serikat untuk masalah keamanannya sendiri.


Bom Surat Menyasar Sejumlah Target Vital, Spanyol Perketat Keamanan

4 hari lalu

Bom Surat Menyasar Sejumlah Target Vital, Spanyol Perketat Keamanan

Spanyol telah meningkatkan keamanan di gedung-gedung publik setelah pengiriman sejumlah bom surat, termasuk ke Perdana Menteri dan Kedutaan Ukraina


Kisah Wan Azizah Istri PM Malaysia Anwar Ibrahim, Pontang-panting Bela Suaminya Saat Dijebloskan ke Penjara

7 hari lalu

Kisah Wan Azizah Istri PM Malaysia Anwar Ibrahim, Pontang-panting Bela Suaminya Saat Dijebloskan ke Penjara

PM Malaysia ke-10 Anwar Ibrahim pernah 2 kali dijebloskan ke penjara. berikut upaya istrinya, Wan Azizah membersihkan nama baik suaminya.


Dukungan Warga Jepang ke Fumio Kishida Turun Lagi

7 hari lalu

Dukungan Warga Jepang ke Fumio Kishida Turun Lagi

Survei yang dipublikasi Kyodo memperlihatkan dukungan untuk Fumio Kishida turun ke level terendah yang dipicu serangkaian masalah.


PUPR dan Pemerintah Finlandia Bahas Proyek Pengelolaan Air Limbah dan Kota Pintar IKN

10 hari lalu

PUPR dan Pemerintah Finlandia Bahas Proyek Pengelolaan Air Limbah dan Kota Pintar IKN

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menemui Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Perdagangan Internasional Kementerian Luar Negeri Finlandia, Nina Vaskunlahti


Perdana Menteri Peru Mundur karena Kongres Menolak Mosi Percaya

10 hari lalu

Perdana Menteri Peru Mundur karena Kongres Menolak Mosi Percaya

Setelah menerima pengunduran diri perdana menteri, Presiden Peru akan memperbarui kabinet. Peru dipimpin lima presiden berbeda sejak 2016.


Anggota Parlemen GPS Bertemu Raja Malaysia, Deklarasi Dukung Muhyiddin Yassin

12 hari lalu

Anggota Parlemen GPS Bertemu Raja Malaysia, Deklarasi Dukung Muhyiddin Yassin

Anggota parlemen GPS menyampaikan dukungannya terhadap Muhyiddin Yassin kepada Raja Malaysia.


4 Hari Usai Pemilu, Malaysia Masih Belum Punya Perdana Menteri yang Baru

12 hari lalu

4 Hari Usai Pemilu, Malaysia Masih Belum Punya Perdana Menteri yang Baru

Masyarakat Malaysia masih menanti nama perdana menteri yang baru, empat hari pasca-pemilu yang digelar akhir pekan lalu.


Pemilu Malaysia, Muhyiddin Yassin dan Anwar Ibrahim Galang Dukungan

14 hari lalu

Pemilu Malaysia, Muhyiddin Yassin dan Anwar Ibrahim Galang Dukungan

Muhyiddin Yassin dan Anwar Ibrahim bersaing menggalang banyak dukungan untuk membentuk pemerintahan setelah ketidakpastian hasil pemilu Malaysia.


Upaya Pembunuhan Eks Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, Begini Profil Mantan Pemain Kriket Itu

28 hari lalu

Upaya Pembunuhan Eks Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, Begini Profil Mantan Pemain Kriket Itu

Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan ditembak saat konvoi protes anti-pemerintah, pada Kamis, 3 November 2022. Ini profil eks pemain kriket.