Michael Bloomberg Kucurkan Dana Kampanye Rp 58 Miliar per Hari

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michael Bloomberg.[REUTERS]

    Michael Bloomberg.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden AS dari Partai Demokrat dan yang paling kaya di antara kandidat lain, Michael Bloomberg, mengucurkan US$ 4,2 juta atau Rp 58,7 miliar per hari untuk dana kampanye.

    Rencana total dana kampanye Bloomberg di televisi, Facebook, dan Google dari 25 November hingga 22 Desember adalah US$ 117,8 juta atau Rp 1,7 triliun, menurut perusahaan pelacakan iklan Advertising Analytics, yang berarti Bloomberg mengeluarkan rata-rata US$ 4,2 juta per hari atau Rp 58,7 per hari menurut laporan Washington Examiner, dikutip dari Sputnik, 14 Desember 2019.

    Jumlah fantastis ini bahkan nyaris menandingi total pengeluaran kampanye gabungan empat kandidat, yakni US$ 130,7 juta atau Rp 1,83 triliun dari mantan Wakil Presiden Joe Biden, Senator Bernie Sanders dari Vermont, Elizabeth Warren dari Massachusetts, dan Walikota South Bend Pete Buttigieg.

    Konglomerat Michael Bloomberg, yang juga bekas wali kota New York untuk tiga periode. Reuters

    Empat kandidat menghabiskan total anggaran tersebut pada seluruh kampanye, termasuk gaji staf, biaya perjalanan, dan upaya penjangkauan pemilih, dari kampanye mereka hingga akhir September.

    Beberapa jajak pendapat utama nasional baru-baru ini mengungkapkan Bloomberg mendapat dukungan 4% hingga 7%, membuatnya rata-rata 5,5% dalam jajak pendapat nasional RealClearPolitics.

    Namun, Bloomberg memiliki peringkat persetujuan yang rendah di antara Demokrat, yang telah dikritik karena mencoba membeli pemilu. Firma riset Morning Consult menemukan bahwa Michael Bloomberg memiliki peringkat paling tidak disukai atau 28% dari setiap kandidat dalam pemilihan umum di antara para pemilih utama Demokrat secara nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?