Oposisi Venezuela Investigasi Dugaan Pelanggaran Parlemen

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin oposisi Venezuela  Juan Guaido menyerukan kepada militer negara itu agar melakukan kudeta terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Sumber: AP Photo/Fernando Llano/foxnews.com

    Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido menyerukan kepada militer negara itu agar melakukan kudeta terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Sumber: AP Photo/Fernando Llano/foxnews.com

    TEMPO.COCaracas – Oposisi Venezuela bertekad untuk melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran, yang dilakukan sejumlah anggota parlemen dengan mendukung pengusaha di lingkaran kekuasaan.

    Pengusaha ini diduga memiliki hubungan dekat dengan Presiden Nicolas Maduro.

    Ketua Kongres Venezuela, Juan Guaido, mengatakan parlemen akan menginvestigasi sembilan anggota parlemen dari partai oposisi yaitu Partai Keadilan Pertama, Partai Kehendak Populer, dan Partai New Time.

    Skandal ini muncul di tengah upaya oposisi untuk menjatuhkan Maduro pasca pemilu 2018, yang dianggap penuh kecurangan dan dimenangkan Maduro.

    Meski telah didukung sekitar 50 negara, Guaido sebagai Presiden interim Venezuela mengalami kesulitan untuk menggerakkan massa melakukan protes jalanan terhadap pemerintahan Maduro.

    “Tidak bisa diterima menggunakan institusi negara untuk mencoba mencuci reputasi para pencuri dan individu korup, yang telah menjarah Venezuela,” kata Guaido dalam jumpa pers seperti dilansir Reuters pada Senin, 2 Desember 2019.

    Menurut situs Armando.info, sejumlah anggota DPR terlibat menulis surat dukungan untuk seorang warga Kolombia, Carlos Lizcano.

    Ada bukti Lizcano memiliki hubungan dengan Alex Saab, yang juga seorang warga Kolombia, dan terkena sanksi dari AS karena tindak pidana korupsi terkait program penyaluran makanan oleh pemerintahan Maduro.

    Hingga kini, Reuters melansir belum jelas bukti kesalahan para anggota DPR ini dalam melanggar hukum.

    Menurut Guaido, dia menduga para anggota DPR ini menerima uang ilegal sebagai imbalan atas surat dukungan. Namun, dugaan ini masih harus diinvestigasi.

    Pengurus ketiga partai yang anggotanya diduga melanggar hukum dengan menerima uang suap menanggapi tuduhan Guaido.

    Pengurus bertekad untuk mengganti para anggotanya dari komisi yang mengawasi pemberantasan korupsi.

    “Ada upaya pencemaran nama baik terhadap kami dan beberapa teman kami di parlemen Venezuela,” kata Luis Parra, yang sedang diinvestigasi oleh Partai Keadilan Pertama, dalam cuitan di Twitter. Dia mengaku sebagai korban pemerasan.

    Freedy Superlano dari Partai Kehendak Populer mengatakan dia tidak bersalah meski memilih mundur dari peran sebagai presiden komisi.

    Menurut Diosdado Cabello, yang menjadi orang nomor dua di Partai Sosialis pendukung Maduro, partai oposisi memiliki masalah.

    “Tidak ada yang bersih dalam sengketa korupsi di kepemimpinan partai oposisi, tudingan muncul dan raib diantara mereka sendiri. Mereka kelompok pedagang politik,” kata Cabello soal oposisi Venezuela.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.