Menkeu Cile Sebut Demonstrasi Rusuh Rugikan Ekonomi Rp 40 Triliun

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi anti huru hara berdiri di tengah gas air mata dan asap dari barikade yang terbakar selama protes terhadap pemerintah Cile di Concepcion, Chili 12 November 2019. Unjuk rasa memprotes kesenjangan sosial ini setidaknya telah menewaskan 20 orang. Palang Merah Chile memperkirakan 2.500 orang mengalami luka-luka. REUTERS/Juan Gonzalez

    Polisi anti huru hara berdiri di tengah gas air mata dan asap dari barikade yang terbakar selama protes terhadap pemerintah Cile di Concepcion, Chili 12 November 2019. Unjuk rasa memprotes kesenjangan sosial ini setidaknya telah menewaskan 20 orang. Palang Merah Chile memperkirakan 2.500 orang mengalami luka-luka. REUTERS/Juan Gonzalez

    TEMPO.COSantiago – Menteri Keuangan Cile, Ignacio Briones, memperingatkan publik ekonomi negara menghadapi dampak buruk pasca demonstrasi yang diwarnai bentrokan selama tiga pekan terakhir.

    Mata uang peso melemah 10 persen, yang merupakan pelemahan tertinggi terhadap dolar.

    “Briones mengatakan pelemahan peso menjadi tanda yang mengkhawatirkan dan dia memantaunya terus,” begitu dilansir Reuters pada Rabu, 13 November 2019.

    Dia meminta warga Cile mengembalikan situasi keadaan menjadi normal agar bisnis bisa bergerak dan masyarakat bisa bekerja setelah mogok massal selama berminggu-minggu unjuk rasa.

    Demonstrasi ini dipicu kebijakan pemerintah menaikkan harga tiket kereta api, yang menjadi sarana transportasi utama di negara ini.

    Publik turun ke jalan karena harga tiket sudah naik sebelumnya pada Januari. Mereka memprotes dan membakar ratusan stasiun kereta api serta keretanya.

    Briones memperkirakan demonstrasi rusuh ini telah merugikan ekonomi sebanyak US$3 miliar atau sekitar Rp42 triliun.

    “Aksi unjuk rasa damai sudah menyampaikan pesannya dan itu terefleksi dari tindakan yang diambil pemerintah dan oposisi,” kata dia kepada media.

    Presiden Cile, Sebastian Pinera, mengecam unjuk rasa yang diwarnai bentrokan antara pemrotes dan polisi pada Selasa malam di Santiago dan kota lainnya.

    Dia mengancam akan memproses secara hukum semua orang yang dianggap bertanggung jawab di bawah undang-undang keamanan negara yang ketat dengan ancaman hukuman yang keras.

    “Situasi yang berbahaya dengan tindak kekerasan mengancam demokrasi kita, hukum, dan hak semua warga Cile terutama yang paling rawan,” kata Pinera.

    Pinera berharap publik Cile mau mendukung tiga kesepakatan nasional yaitu mengembalikan keamanan, membangun masyarakat yang setara, dan membuat konstitusi baru untuk menggantikan konsitusi lama yang dibuat pada masa pemerintahan diktator Augusto Pinochet pada 1973 – 1990.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.