Kebencian Rasial di AS, Pria Asal Peru Disiram Air Keras

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Video merekam peristiwa pria imigran Peru, Villalaz, 61 tahun disiram air keras saat adu mulut soal cara memarkir mobil di Milwaukee, AS, 1 November 2019. [CNN]

    Video merekam peristiwa pria imigran Peru, Villalaz, 61 tahun disiram air keras saat adu mulut soal cara memarkir mobil di Milwaukee, AS, 1 November 2019. [CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyerangan bermotifkan kebencian rasial kembali terjadi di Amerika Serikat dan kali ini yang menjadi korban adalah seorang pria berasal dari Peru yang wajahnya disiram air keras.

    Kepolisian Milwaukee, AS menjelaskan, korban kebencian rasial bernama Mahud Villalaz,  42 tahun mengalami luka bakar tingkat dua di bagian wajahnya karena disiram air keras saat beradu mulut dengan seorang pria tanpa nama berusia 61 tahun, soal parkir mobil.

    Menurut laporan CNN, peristiwa penyiraman cairan asam ke wajah imigran yang sudah 19 tahun tinggal dan bekerja di AS, terjadi pada Jumat malam, 1 November 2019.

    "Saya percaya saya korban kejahatan rasial karena cara dia mendekati saya," kata Villalaz, 5 November 2019.

    Adu mulut terjadi lantaran cara Villalaz memarkir mobilnya yang tidak disukai pria tersebut dan memanggil Villalaz sebagai ilegal dan memintanya keluar dari AS.

    Wali kota Milwaukee, Tom Barret, secara terang-terangan pada Senin, 4 November 2019 menyebut insiden penyiraman air keras ke wajah Villalaz sebagai kejahatan rasial.

    Anggota Dewan Milwaukee, Jose Perez mengatakan serangan ini sedang diselidiki sebagai kejahatan rasial.

    Barret menyamakan ucapan melecehkan pria yang menyerang Villalaz dengan komentar Donald Trump terhadap kaum Hispanik dan imigran lain setiap harinya yang membuat banyak orang merasa mendapat angin untuk memburu orang-orang Hispanik.

    Kepolisian Milwaukee masih menyelidiki peristiwa penyiraman cairan asam ke wajah pria Peru yang dianggap sebagai kebencian rasial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.