Lukisan yang Ditemukan di Dapur Ditaksir Rp 360 Miliar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagian dari lukisan

    Bagian dari lukisan "Christ Mocked", sebuah mahakarya yang telah lama hilang oleh seniman Florentine Renaissance Cimabue pada akhir abad ke-13, yang ditemukan berbulan-bulan yang lalu tergantung di dapur seorang perempuan tua di kota Compiegne, terlihat di Paris, Prancis, 24 September 2019. [REUTERS / Charles Platiau / File Photo]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah lukisan abad ke-13 yang ditemukan di dapur sebuah rumah di Prancis terjual dengan harga 24 juta euro atau Rp 360 miliar.

    Lukisan "Christ Mocked" karya seniman Renaisans awal, Cimabue, yang ditemukan awal tahun ini bernilai 4 juta hingga 6 juta euro (Rp 60 sampai 90 miliar) namun ditaksir lebih dari empat kali perkiraan harga pra-lelang, kata balai lelang Acteon pada Minggu.

    Lukisan yang telah lama hilang ini ditemukan oleh seorang juru lelang pada Juni 2019 tergantung di dinding antara dapur dan ruang makan ketika ia memeriksa rumah seorang perempuan di Compiegn, Prancis Utara. Dia menyarankan untuk membawa lukisan tersebut kepada para ahli untuk evaluasi dan lukisan tersebut kemudian berhasil diidentifikasikan sebagai lukisan "Christ Mocked" karya seniman Renaisans, menurut laporan Reuters, 28 Oktober 2019.

    "Ketika sebuah karya unik pelukis langka seperti Cimabue datang ke pasar, Anda harus siap untuk kejutan. Ini adalah satu-satunya Cimabue yang pernah ditemuka di pasar," kata Dominique Le Coent, kepala rumah lelang Acteon di Senlis, utara Paris.

    Lukisan ini awalnya diperkirakan bernilai 4 hingga 6 juta euro (Rp 60 sampai 90 miliar). Dalam pelelangan lukisan ini berhasil dijual seharga 24 juta euro (Rp 374 miliar), mencapai empat kali perkiraan pra-lelang dan penghasilan lelang terbesar akan diberikan kepada perempuan pemilik lukisan yang tidak dipublikasikan identitasnya.

    Balai lelang Acteon tidak mengungkapkan identitas penawar, namun mengatakan adanya kehadiran sebuah museum asing di antara para penawar dalam pelelangan.

    Lukisan mungil tersebut yang memiliki ukuran 20x26 cm diyakini sebagai bagian dari dptych (sebuah lukisan, terutama altar, pada dua panel kayu berengsel yang dapat ditutup seperti buku) yang terdiri dari delapan panel kecil, di mana bagian disptych yang lebih besar yang dilukis Cimabue pada 1280 dalam dua panel lainnya yang kini ditampilkan di Koleksi Frick di New York dan Galeri Nasional di London.

    Cimabue atau juga dikenal Cenni di Pepo yang lahir di Florence adalah seorang perintis pelukis primitif Italia dan secara luas dianggap sebagai leluhur dari Renaisans Italia. Ia melepaskan diri dari gaya Bizantium yang populer di Abad Pertengahan dan mulai memasukkan unsur-usnur gerakan dan perspektif menjadi ciri lukisan Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.