Mesin Pesawat Thai Airways Meledak Sebelum Lepas Landas

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mesin pesawat Thai Airways Boeing 777 meledak beberapa saat sebelum lepas landas. Sumber: ViralPress/mirror.co.uk

    Mesin pesawat Thai Airways Boeing 777 meledak beberapa saat sebelum lepas landas. Sumber: ViralPress/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Penumpang pesawat Thai Airways Boeing 777 ketar-ketir ketika mendengar ledakan di mesin pesawat beberapa saat sebelum mereka lepas landas. Burung besi itu sedang meluncur di landasan dengan 339 penumpang saat insiden terjadi.

    Dikutip dari mirror.co.uk, Rabu, 23 Oktober 2019, insiden ini terjadi pada Minggu, 20 Oktober 2019 sekitar pukul 1.05 pagi di bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand. Thai Airways Boeing 777 hendak terbang menuju Zurich, namun pilot memutuskan membatalkan penerbangan dan kembali ke terminal.

    Mesin pesawat Thai Airways Boeing 777 meledak beberapa saat sebelum lepas landas. Sumber: ViralPress/mirror.co.uk

    Sejumlah foto yang diambil oleh salah satu penumpang memperlihatkan ada retakan besar disepanjang tempat bagian mesin pesawat.

    "Kami tidak jadi lepas landas dengan pesawat ini karena ada sebuah bunyi ledakan. Padahal, pesawat saat itu sudah dalam posisi siap untuk terbang ketika kami mendengar bunyi dentuman dan itu sangat kencang. Itu semua terjadi dalam hitungan detik. Mesin pesawat tiba-tiba mati dan pramugari menginstruksikan kami agar keluar dari pesawat. Saya sangat kaget," kata seorang penumpang, yang tak mau dipublikasi namanya.

    Para penumpang diberi kompensasi menginap satu malam di hotel karena penerbangan dijadwalkan ulang dan tebang pada pukul 1 siang pada hari yang sama. Thai Airways dalam pernyataannya mengatakan pesawat Boeing 777-300ER telah dikeluarkan untuk diperbaiki. Tidak ada penjelasan penyebab mesin meledak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.