Kisah Menyentuh Difabel Ini Dibantu Teman Kuliah Setiap Hari

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang difabel bernama Li Jiqin mendapat bantuan dari teman-teman kulianya di University of Science and Engineering in Yongzhou, provinsi Hunan, Cina setiap hari . [ASIA ONE]

    Seorang difabel bernama Li Jiqin mendapat bantuan dari teman-teman kulianya di University of Science and Engineering in Yongzhou, provinsi Hunan, Cina setiap hari . [ASIA ONE]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemandangan menyentuh hati ketika setiap hari sejumlah mahasiswa bersama-sama menggotong teman mereka Li Jiqin, difabel menaiki anak tangga ke ruang kuliah dan kemudian membawanya turun seusai perkuliahan.

    Li merupakan mahasiswa baru di University of Science and Enginerring di Yongzhou, provinsi Hunan, Cina. Dia mengambil jurusan School fo Electronics and Information Enginerring.

    Li tidak dapat berjalan kaki karena terserang polio di masa kecilnya. Ibunya, Gu Qixiang menggendong pergi dan pulang sekolah. Namun ibunya sudah tidak mampu lagi karena berat badan anaknya itu sudah lebih dari 75 kilogram.

    Saat ibu dan saudara perempuan Li menginjakkan kaki di kampus untuk pertama kalinya pada 7 September lalu, para dosen menyadari situasi fisik dia. Mereka kemudian memberi apartemen yang berada di lantai dasar untuk keluarga Li.

    Satu hari Chen Huiling, seorang dosen menawarkan mahasiswa-mahasiswanya sebagai sukarelawan untuk membantu membopong Li menelusuri tangga lantai 3 menuju kelas dan turun dari ruang kelas.

    Tak disangka, 30 mahasiswa pria teman sekelas Li bersedia menjadi sukarelawan. Setelah mengikuti pelatihan militer selama 13 hari, pemantau kelas bernama Zhou Yaohui mengatur mereka dalam lima kelompok yang dijadwal untuk membopong Li naik dan turun dari ruang kelas, termasuk membantu kegiatan lain selama di kampus.

    "Kami teman sekelas dan saudara. Selama empat tahun, kami mau membopong dia ke kelas," kata mahasiswa-mahasiswa yang membantu Li. 

    Setiap hari, mereka bergantian menemani Li di atas kursi roda, membopong ke ruang kelas, membawa tas dan barang lainnya.

    Li mengatakan dirinya jadi bersemangat kuliah dan sangat berterima kasih kepada teman-teman sekelasnya yang setiap hari membantu dirinya.

    Mahasiswa difabel ini tidak hanya mendapat teman sekelas yang baik hati menjadi sukarelawan, pihak kampus juga memberikan pekerjaan kepada ibu Li sebagai tenaga pembersih asrama mahasiswa. Pekerjaan ini akan meningkatkan penghasilan keluarga Li.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.