Mutiara Berumur 8 Ribu Tahun Ditemukan di Abu Dhabi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perhiasan mutiara yang dijual di pameran Indonesian Pearl Festival di Grand Indonesia, Jakarta, 14 Oktober 2015. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Perhiasan mutiara yang dijual di pameran Indonesian Pearl Festival di Grand Indonesia, Jakarta, 14 Oktober 2015. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah mutiara berumur delapan ribu tahun ditemukan dan akan dipajang di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sejumlah arkeolog menyebut mutiara itu adalah yang tertua di dunia.

    Dikutip dari english.alarabiya.net, Senin, 21 Oktober 2019, beberapa otoritas pada hari Minggu kemarin telah membuktikan kalau mutiara tersebut pernah diperjual belikan pada era neolitikum. Mutiara alami itu ditemukan di lantai sebuah ruang yang terungkap dalam sebuah penggalian di Pulau Marawah.

    "Lapisan dari mutiara itu tercipta selama periode Neolitikum atau sekitar 5800 sampai 5600 sebelum masehi. Temuan mutiara tertua di dunia ini semakin memperjelas bahwa banyak perekonomian kita saat ini dan sejarah budaya punya akar pada zaman pra-sejarah," kata Kepala Departemen Budaya dan Pariwisata Abu Dhabi, Mohamed Al-Muabarak.

    Penggalian kawasan Marawah juga menghasilkan keramik, manik-manik yang terbuat dari kulit dan batu, serta bagian kepala panah. Mutiara tertua di dunia ini rencananya akan dipamerkan untuk pertama kali di sebuah pameran bertajuk '10 tahun kemewahan' yang akan dibuka pada 30 Oktober 2019 Louvre Abu Dhabi, sebuah museum mirip Louvre Paris.

    Para ahli di Abu Dhabi sangat yakin mutiara tersebut diperjual-belikan di kawasan Mesopotamia atau sekarang adalah wilayah Irak. Mutiara itu ditukar dengan keramik atau barang-barang lainnya. Masyarakat purba kala itu juga suka memakai perhiasan.

    Industri mutiara di Abu Dhabi pernah mendukung perekonomian Uni Emirat Arab. Namun perdagangan itu hancur pada 1930-an dengan munculnya mutiara berbudaya Jepang, dan diperparah guncangan ekonomi global. Yang terjadi kemudian, negara - negara teluk banting stir dengan menjadikan industri minyak untuk mendominasi perekonomian mereka sampai sekarang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.