ILO Lindungi Karyawan Industri Garmen Lewat Program BetterWork

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Ungaran Sari Garmen di Semarang mendapat kunjungan dari delegasi PBB dan ILO di Jakarta atas partisipasi perusahaan mengikuti program BetterWork hasil kolaborasi ILO dan IFC dari Bank Dunia yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup karyawan dan perusahaan. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    PT Ungaran Sari Garmen di Semarang mendapat kunjungan dari delegasi PBB dan ILO di Jakarta atas partisipasi perusahaan mengikuti program BetterWork hasil kolaborasi ILO dan IFC dari Bank Dunia yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup karyawan dan perusahaan. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur ILO untuk Indonesia, Michico Miyamoto dan Koordinator United Nation Resident Anita Nirody serta rombongan melakukan kunjungan kerja ke PT Ungaran Sari Garments di Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis, 3 Oktober 2019. PT Ungaran Sari Garments adalah satu dari 216 perusahaan garmen di seluruh Indonesia yang mengikuti BetterWork, yakni sebuah program kolaborasi ILO dari PBB dan Badan Kerja Sama Keuangan Internasional atau IFC dari Bank Dunia untuk meningkatkan kualitas hidup para karyawan industri garmen.

    Menurut Miyamoto, dengan menanda tangani kesepakatan mengikuti program BetterWork, sebuah perusahaan garmen akan mendapat manfaat diantaranya ILO bisa memberikan penilaian pada sekitar 35 ribu buyers di bidang fashion bahwa perusahaan tersebut telah memenuhi standar ILO (Organisasi Buruh Internasional). Untuk mengikuti program BetterWork ini, perusahaan akan dikenakan biaya tahunan US$ 5 ribu sampai US$ 7 ribu tergantung besar – kecilnya perusahaan.  

    “Lewat program BetterWork, kami memastikan tidak ada anak-anak yang dipekerjakan dalam pabrik tersebut, adanya perlindungan gaji para buruh, asuransi kesehatan, jamsostek, dan tidak ada permasalahan yang dipersengketakan. Dengan begitu, para buyers perusahaan garmen pun lebih nyaman. Kalau perusahaan tersebut belum memenuhi standar ILO, maka kami membantu perusahaan agar sesuai standar lewat jalan dialog,” kata Miyamoto.

    PT Ungaran Sari Garmen di Semarang mendapat kunjungan dari delegasi PBB dan ILO di Jakarta atas partisipasi perusahaan mengikuti program BetterWork hasil kolaborasi ILO dan IFC dari Bank Dunia yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup karyawan dan perusahaan. Sumber: TEMPO/Suci Sekar

    Dia menceritakan produsen pakaian olah raga Nike pernah menuai hujatan karena muncul tuduhan telah mempekerjakan anak-anak. Sekarang ini, konsumen semakin peduli dan akan menyoroti bagaimana sebuah pakaian yang mereka kenakan itu diproses.

    Program BetterWork hanya menangani industri garmen. Sebab industri ini diantaranya yang paling banyak mempekerjakan perempuan. Di Indonesia, 4 persen ekspor Indonesia adalah produk garmen dan ada 2,2 juta pekerja di sektor ini.

    Menurut Nirody, BetterWork adalah program kemitraan antar negara, perusahaan dan karyawan. Program ini memperlihatkan dampak positif secara tidak langsung, contohnya mengakomodasi penyandang disabilitas dan memastikan anak-anak karyawan bisa tetap belajar. Di PT Ungaran Sari Garments, 95 persen karyawan adalah perempuan.

    Total ada 192 negara yang sudah menanda tangani SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk target kehidupan yang lebih baik dan program Better Work disebut Anita bisa memperlihatkan kualitas dan daya saing.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?