Zebra Bermotif Polkadot Ditemukan di Afrika Timur

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor anak zebra terlahir dengan warna bulu bintik putih atau polkadot. FRANK LIU VIA STORYFUL

    Seekor anak zebra terlahir dengan warna bulu bintik putih atau polkadot. FRANK LIU VIA STORYFUL

    TEMPO.CO, Jakarta - Seekor anak zebra dengan bulu bermotif langka telah ditemukan di Cagar Alam Masai Mara Kenya, Afrika Timur.

    Hewan ini ditemukan oleh seorang Fotografer Frank Liu, yang merekam video anak zebra yang memiliki motif tidak biasa itu. Ini diduga bisa terjadi karena adanya mutasi genetik yang disebut pseudomelanisme.

    Kalau biasanya zebra bermotif garis-garis hitam dan putih, anak zebra ini bermotif polkadot.

    Walaupun demikian, anak zebra ini tetap terlihat bergaul dengan kawanannya yang lain.

    "Dia bergaul dengan kawanannya, zebra yang berada di depan di dalam video itu adalah ibunya," kata Liu kepada media Storyful seperti dilansir Stuff pada Ahad, 22 September 2019.

    "Dia tetap sangat dekat dengannya ibunya dan bahkan ketika aku mengunjungi dia kembali beberapa hari kemudian dia masih terlihat sangat dekat dengan ibunya,"tambahnya.

    Hewan dengan warna bulu unik seperti ini juga terjadi di Selandia Baru. Salah satu peternakan di sana mendapat seekor anak domba Afrika yang memiliki warna bulu karamel.

    Karena warna bulunya yang unik ini, induk domba itu terlihat enggan menyusui anaknya itu. Namun, kembaran yang berwarna hitam disusui anaknya.

    Peternak Faye Hutchinson mengatakan salah satu domba betina melahirkan dua anak kembar yaitu satu berwarna hitam dan satunya lagi berwarna karamel dengan bintik putih. Domba berwarna karamel ini diberi nama Maamalade karena terbilang jarang.

    “Saya punya satu pada tahun lalu tapi warna karamelnya pudar dengan cepat,” kata Hutchinson soal domba miliknya seperti dilansir Stuff Sabtu, 21 Sabtu 2019.

    MEIDYANA ADITAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.