Siswa Inggris Dapat Ganti Rugi Rp 186 Juta karena Terpeleset

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan mengepel lantai di depan ATM di luar cabang Bank of Cyprus di Nicosia, Siprus 7 Maret 2016. [REUTERS / Yiannis Kourtoglou]

    Seorang perempuan mengepel lantai di depan ATM di luar cabang Bank of Cyprus di Nicosia, Siprus 7 Maret 2016. [REUTERS / Yiannis Kourtoglou]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang siswa mendapat kompensasi 10.600 poundsterling atau Rp 186 juta setelah terpeleset tersandung papan lantai basah yang merusak giginya.

    Insiden itu terjadi di Gateshead, Tyne and Wear, Inggris, setelah serangkaian kecelakaan di seluruh kota termasuk akibat blender makanan, latihan dan peralatan olahraga.

    Para pejabat daerah di Sussex Timur membayar 4.032 poundsterling atau Rp 71 juta untuk menyelesaikan klaim lain di mana seorang anak terluka setelah tergelincir pada daun basah, menurut laporan Daily Mail, 22 September 2019.

    Sementara di London selatan satu murid dibayar 12.841 poundsterling atau Rp 219 juta oleh Croydon Council setelah secara tidak sengaja menyalakan blender saat membersihkannya.

    "Beberapa pembayaran ini sah tetapi sebagian besar tidak. Otoritas dan akademi setempat sedang dibawa untuk bepergian oleh pengacara yang mencari uang yang mengiklankan layanan tanpa-menang, tanpa biaya kepada orang tua yang pandai yang ingin meraup untung dari kasus," kata ketua Campaign for Real Education Christopher McGovern.

    Namun presiden Association of Personal Injury Lawyers Gordon Dalyell mengatakan, "Orang tua harus berharap untuk menurunkan anak-anak mereka di sekolah dan menjemput mereka lagi dengan semua jari dan gigi mereka utuh."

    Menurut data, sudah 2,3 juta poundsterling atau Rp 40,4 miliar dari 173 klaim dibayarkan dari dewan di seluruh Inggris untuk membayar klaim insiden yang melibatkan siswa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.