Peringatan 18 Tahun Serangan Teror 9/11

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara AS Melania Trump mengheningkan cipta pada peringatan peristiwa 9/11 atau 11 September, di Pentagon, AS, 11 September 2017. Donald Trump mempimpin peringatan untuk mengenang peristiwa pembajak menabrakkan pesawat komersial ke gedung World Trade Center di New York pada 11 September 2001. REUTERS/Kevin Lamarque

    Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara AS Melania Trump mengheningkan cipta pada peringatan peristiwa 9/11 atau 11 September, di Pentagon, AS, 11 September 2017. Donald Trump mempimpin peringatan untuk mengenang peristiwa pembajak menabrakkan pesawat komersial ke gedung World Trade Center di New York pada 11 September 2001. REUTERS/Kevin Lamarque

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengikuti momen mengheningkan cipta di Washington untuk memperingati 18 tahun serangan teror 9/11 atau 11 September 2001, yang menewaskan hampir 3 ribu orang, baik laki-laki, perempuan dan anak-anak. Peringatan ini telah menjadi momen tahunan sebagai bentuk penghormatan bagi para korban.

    Serangan teror 11 September 2001 atau yang lebih dikenal dengan sebutan 9/11 adalah teror yang dilakukan sekitar 19 laki-laki yang diduga terkait dengan organisasi teroris Al-Qaeda. Mereka membajak empat pesawat komersial.


    Dua dari pesawat yang dibajak itu, menabrak menara Utara dan menara Selatan gedung World Trade Center (WTC) di kota New York. Dua pesawat lainnya ditabrakkan ke Pentagon di Washington DC, Amerika Serikat.

    Satu pesawat United Flight 93 jatuh di Pennsylvania setelah para penumpang mengetahui nasib tiga pesawat lain yang juga dibajak. Para penumpang berusaha untuk menguasai pesawat dari para pembajak.

    Untuk mengenang peristiwa ini, di kota New York dibangun monumen 9/11 Memorial dan sebuah Museum. Di dua area kolam pemantul, ditulis nama-nama mereka yang menjadi korban tewas dalam serangan 9/11.

    Di Washington, anggota Kongres Amerika Serikat berdiri bersama di tangga gedung AS mengikuti momen mengheningkan cipta memperingati 9/11. Anggota parlemen itu juga ikut menyanyikan lagu-lagu nasionalisme.

    Serangan teror 9/11 berdampak pada mereka yang selamat dari serangan maut ini. Pada awal 2019, seorang komedian Jon Stewart muncul di parlemen Amerika Serikat menyoroti kurangnya dana kompensasi bagi korban serangan teror 9/11.

    Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat, ada lebih dari 13.000 orang yang berada di bawah Program Kesehatan korban teror World Trade Center yang didiagnosis menderita kanker terkait serangan itu.

    Tanggal 9 September atau 9/11 juga dikenal sebagai hari pelayanan. Masyarakat Amerika Serikat di berbagai penjuru turun menjadi sukarelawan di bank-bank makanan, sekolah, proyek pembangunan rumah, pembersihan taman dan acara komunitas lainnya.

    LATIMES - EURONEWS.COM - MEIDYANA ADITAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.