Uji Coba Boeing 777X Tak Mulus, Pintu Pesawat Meledak

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Boeing terlihat di gedung kantor pusat Boeing di Chicago, AS, 26 April 2006. [REUTERS]

    Logo Boeing terlihat di gedung kantor pusat Boeing di Chicago, AS, 26 April 2006. [REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen pembuat pesawat terbang asal Amerika Serikat, Boeing, menangguhkan sementara waktu uji coba pesawat tipe 777X setelah sekelompok tim dari produsen burung besi itu menemukan sebuah masalah saat uji coba akhir, dimana sebuah pintu pesawat dilaporkan meledak. Kejadian ini kembali mengingatkan pada peristiwa kecelakaan pesawat tipe 737 MAX yang menjadi kontroversi.

    “Selama uji coba akhir pada pesawat 777X, tim menemukan sebuah masalah yang meminta adanya penundaan uji coba,” kata juru bicara Boeing, seperti dikutip dari rt.com, Sabtu, 7 September 2019.       

    Tes muatan akhir membuat pesawat mendapat beban dan tekanan diatas ambang normal. Kondisi ini sedang diawasi oleh tim inspeksi Badan Administrasi Penerbangan Amerika Serikat atau FAA sebagai bagian dari proses mendapatkan sertifikasi. Sumber yang mengetahui kejadian ini menceritakan sebuah pintu pesawat meledak saat uji coba dilakukan.

    “Kejadian ini sedang dievaluasi dan tim masih bekerja keras mencari tahu masalah yang muncul tersebut,” tulis Boeing.

    Sebuah pesawat Boeing 747 Dreamlifter lepas landas, Kamis (21/11), sehari setelah salah mendarat di Bandara Col. James Jabara di Wichita, Kansas, Amerika Serikat. AP/The Wichita Eagle, Fernando Salazar

    Pesawat berbadan panjang Boeing 777X awalnya dijadwalkan melakukan penerbangan pertamanya pada musim panas ini. Akan tetapi akibat masalah pada mesin utama pesawat, maka dilakukan penundaan hingga 2020. Masih belum diketahui pasti apakah penundaan uji coba ini akan menyebabkan keterlambatan lainnya.  

    Boeing saat ini sedang berada dalam sorotan setelah ramai maskapai diberbagai belahan dunia mengkandangkan pesawat tipe 737 MAX menyusul dua kecelakaan maut yang total menewaskan 346 orang. Hasil investigasi menemukan software dan sejumlah sensor yang bertugas memberikan informasi ke pilot tidak bisa berfungsi sehingga pesawat hilang kontrol.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.