Kementerian Luar Negeri Siap Gelar Konferensi Diplomasi Digital

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Listiana Operananta, kanan, Direktorat Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri RI. Sumber: Suci Sekar/TEMPO

    Listiana Operananta, kanan, Direktorat Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri RI. Sumber: Suci Sekar/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri RI akan menyelenggarakan Konferensi Regional Diplomasi Digital tingkat menteri selama dua hari yang dimulai pada 10 dan 11 September 2019. Acara ini akan menjadi wadah bagi negara-negara di kawasan Asia Pasifik untuk berbagi informasi dan pengalaman terkait diplomasi digital serta upaya menjalin kerja sama di bidang ini.

    Menurut Listiana Operananta, Direktur Direktorat Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri RI, Konferensi Regional Diplomasi Digital ini juga merupakan lanjutan dari acara seminar internasional diplomasi digital 'Beyond Social Media' yang diadakan di Jakarta pada Juli 2018 lalu. Pada acara konferensi tahun ini, Kementerian Luar Negeri mengundang 10 negara anggota ASEAN dan enam negara besar lainnya yaitu Australia, Jepang, Selandia Baru, Cina, Korea Selatan dan India.  

    "Kegiatan ini akan menghadirkan pembicara yang ahli di bidang diplomasi digital yang akan membahas tiga topik utama, yaitu Digital Diplomacy: Overcoming Challenges and Seizing Opportunities, the Role of Digital Diplomacy in Crisis Situation, dan Utilizing Digital Technology to Achieve the Goals of Diplomacy. Di saat yang sama juga Kementerian Luar Negeri akan menyelenggarakan pameran dengan mengundang 12 start-up yang ada di Indonesia," kata Listiana, Rabu, 4 September 2019.

    Listiana Operananta, kanan, Direktorat Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri RI. Sumber: Suci Sekar/TEMPO

    Listiana menjelaskan, pada hari pertama acara konferensi akan dilakukan sesi debat umum, dimana masing-masing delegasi negara yang diundang akan menyampaikan posisinya soal digital diplomasi di negaranya. Sedangkan pada sesi kedua, akan membahas bagaimana menangani isu-isu serius, contohnya penanganan bencana alam atau segala sesuatu yang sifatnya krisis. 
     
    Pada sesi kedua hari pertama juga akan dibahas khusus soal diplomasi ekonomi dengan mengundang diantaranya delegasi dari Huawei, sebuah perusahaan asal Cina yang sekarang sudah menggunakan teknologi 4G. Hadir pula dalam pertemuan itu perwakilan dari Twitter, Gojek, dan perwakilan dari pemerintah Indonesia yang akan menjelaskan keberhasilan di bidang diplomasi ekonomi. 
     
    Sedangkan pada hari kedua konferensi pada 11 September 2019, akan dihadirkan akademisi yang diantaranya delegasi dari Universitas Telkom. Akademisi yang diundang Kementerian Luar Negeri RI itu nantinya akan membagi informasi pengalaman apa yang mereka lakukan dalam memanfaatkan teknologi dan digital. 
     
     
    MEIDYANA ADITAMA WINATA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.