Media Cina Sebut Pasukan PLA di Hong Kong Tidak Akan TInggal Diam

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara Cina menggelar pertunjukkan latihan militer di latar International Commerce Center (ICC), gedung pencakar langit tertinggi di Hong Kong.[CNN]

    Tentara Cina menggelar pertunjukkan latihan militer di latar International Commerce Center (ICC), gedung pencakar langit tertinggi di Hong Kong.[CNN]

    TEMPO.COShanghai – Media asal Cina yaitu China Daily mengatakan pasukan militer Tentara Pembebasan Rakyat Cina atau PLA datang ke Hong Kong bukan sebagai simbol.

    Editorial media ini mengatakan PLA tidak akan duduk berdiam diri jika situasi di pusat industri keuangn itu memburuk.

    Media resmi pemerintah Cina yaitu Xinhua mengatakan pemerintah mengirim pasukan baru ke Hong Kong sebagai rotasi rutin.

    “Meski pemerintah Hong Kong belum merasa butuh untuk meminta bantuan garnisun, itu tidak berarti pemerintah tidak akan melakukannya jika situasi mendesak,” begitu pernyataan dari China Daily, Jumat, 30 Agustus 2019.

    Editorial media berbahasa Inggris milik pemerintah ini juga menyatakan,”Jika situasi memburuk dengan tindak kekerasan dan keresahan terancam tidak terkontrol di bawah pembuat masalah yang berpikiran untuk memisahkan diri, maka pasukan bersenjata yang ditempatkan di wilayah administrasi khusus tidak punya alasan untuk diam saja.”

    Media ini juga menjelaskan garnisun di Hong Kong bukan sekadar simbol kedaulatan Cina atas kota pusat industri keuangan itu.

    Menurut konstitusi Hong Kong yang disebut sebagai Basic Law, Hong Kong dapat meminta bantuan untuk menjaga ketertiban publik tapi mereka tidak boleh mengintervensi urusan lokal.

    Kerusuhan di Hong Kong mulai merebak saat pembahasan amandemen legislasi ekstradisi. Aturan ini memungkinkan otoritas Hong Kong mengekstradisi tersangka kriminal ke Cina jika dianggap melanggar hukum.

    Warga Hong Kong menolak keras ketentuan ini karena wilayah ini menganut sistem demokrasi dan berbeda dengan Cina yang berbasis komunisme. Negara G7 juga mendesak Cina agar mengakui otonomi Hong Kong dan memulihkan keamanan di sana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.