Kerja Sama dengan Penderita HIV AIDS, Pemerintah Melaka Dikecam

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Negara bagian Melaka di Malaysia diprotes karena merekrut mantan pecandu narkoba dan mantan pekerja seks bekerja sama dengan pemerintah. Sumber: The Star/Asia News Network/asiaone.com

    Negara bagian Melaka di Malaysia diprotes karena merekrut mantan pecandu narkoba dan mantan pekerja seks bekerja sama dengan pemerintah. Sumber: The Star/Asia News Network/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Negara bagian Melaka di Malaysia dikritik menyusul keputusan untuk bermitra dengan sebuah lembaga non-pemerintah atau LSM yang diketuai oleh seorang mantan pekerja seks dan seorang mantan pecandu narkoba yang juga sama-sama positif HIV.   

    Ketua Komite anti-narkoba dan kesehatan negara, Low Chee Leong, mengutarakan kekecewaannya dengan mengatakan pemerintahan Melaka bukan sedang berbisnis erotis.

    Sebelumnya pemerintah negara bagian Melaka menggandeng dua ketua LSM itu untuk menciptakan kesadaran akan masalah yang dipertaruhkan mengingat meningkatnya kasus kecanduan narkoba di negara bagian itu. 

    Seorang drag queen membagikan kondom pada pejalan kaki saat kampanya kesadaran bahaya HIV/AIDS pada peringatan Hari AIDS Sedunia di Sao Paulo, Brasil, 1 Desember 2017. REUTERS/Nacho Doce

    Dikutip dari asiaone.com, Kamis, 29 Agustus 2019, LSM itu diketuai oleh pasangan suami istri yang sama-sama positif HIV AIDS bernama  Rosli Ismail, 52 tahun, dan istrinya Rahayu, 49 tahun.  Keduanya pada 2011 mendirikan  Sinar Sofia Welfare Association untuk membantu menciptakan kesadaran bahaya HIV AIDS diantara para pecandu narkoba dan pekerja seks.   

    “Tidak ada yang lebih kotor berhubungan dengan seorang mantan pekerja seks dan seorang mantan pecandu narkoba yang bertobat untuk mengatakan pada orang-orang risiko menjadi pecandu dan bagaimana ini bisa mengarah pada perbuatan-perbuatan tidak bermoral lainnya,” kata Low, Rabu, 28 Agustus 2019.  

    Rosli, didiagnosa HIV positif pada 1995. Dia telah menjalani sejumlah pengobatan. Dia pernah 11 kali dijebloskan ke penjara dan dikirim ke sebuah pusat rehabilitasi narkoba sebanyak empat kali sebelum akhirnya sembuh pada 2011.  

    Rahayu menceritakan berjualan daging selama enam tahun sebelum jatuh ke lembah hitam. Dia positif HIV AIDS pada 2004. Pasangan ini memiliki delapan anak dari pernikahan sebelumnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.