Tahanan Brasil Gantung Diri Setelah Gagal Kabur dari Penjara

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Clauvino da Silva yang juga dikenal dengan Shorty, berhasil ditangkap pihak kepolisian setelah berusaha melarikan diri dari penjara di bagian barat Rio de Janeiro. Clauvino da Silva  merupakan seorang pemimpin geng Brasil. RIO DE JANEIRO STATE SECRETARY OF PRISON ADMINISTRATION/via REUTERS

    Clauvino da Silva yang juga dikenal dengan Shorty, berhasil ditangkap pihak kepolisian setelah berusaha melarikan diri dari penjara di bagian barat Rio de Janeiro. Clauvino da Silva merupakan seorang pemimpin geng Brasil. RIO DE JANEIRO STATE SECRETARY OF PRISON ADMINISTRATION/via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahanan penjara Brasil yang berupaya kabur dengan menyamar sebagai putrinya, ditemukan tewas gantung diri di selnya.

    Clauvino dal Silva, 42 tahun, menjalani hukuman 73 tahun penjara di penjara Bangu, Rio de Janeiro. Dia kepergok oleh sipir saat mencoba kabur dari penjara dengan mengenakan kostum menyamar sebagai putrinya pada Sabtu kemarin.

    Menurut laporan Daily Mail, 6 Agustus 2019, sipir yang menangkapnya mengirim kembali da Silva ke selnya. Namun pada Selasa dia ditemukan tewas gantung diri menggunakan sprei.

    Otoritas penjara Rio de Janeiro meluncurkan penyelidikan atas kematiannya.

    Da Silva, yang mendapat julukan si kerdil atau bajito dalam bahasa Portugis, menemui putrinya saat besuk Sabtu kemarin. Dari sini dia merencanakan kabur dengan menyamar.

    Dia mencoba menyelinap mengelabui petugas dengan memakai topeng silikon, rambut palsu, kacamata, dan kaos merah muda sampai bra.

    Sipir yang curiga memeriksa Da Silva dan menyuruhnya melepas kostum.

    Rekaman video menjadi viral, memperlihatkan bagaimana sipir menyuruhnya melepas kostumnya.

    "Clauvino mengenakan kaus merah muda dengan bra hitam di dalamnya, memiliki rambut hitam panjang, celana jeans ketat, sandal putih, jaket dan kacamata, tetapi meskipun ia memiliki wajah seorang gadis, dia tidak berjalan seperti perempuan," kata juru bicara Menteri Negara untuk Manajemen Penjara Rio de Janeiro.

    "Petugas curiga dengan penampilannya, terutama karena dia berada di tengah-tengah dari tujuh pengunjung perempuan lain yang meninggalkan penjara dan yang tampaknya sengaja mengelilinginya untuk melindunginya agar tidak terlihat jelas oleh kita," tambahnya.

    Menurut media lokal, Da Silva berencana bertukar posisi dengan putrinya, dengan meninggalkan dia di sel penjaranya.

    Clauvino da Silva atau Shorty, adalah ketua geng Komando Merah, salah satu kelompok kriminal paling kuat di Brasil yang mengendalikan perdagangan narkoba di sebagian besar wilayah Rio. RIO DE JANEIRO STATE SECRETARY OF PRISON ADMINISTRATION/via REUTERS

    Da Silva memanfaatkan waktu berkunjung dan bertukar pakaian dengan putrinya, Ana Gabriele, yang dibiarkan bersembunyi di dalam penjara.

    Tujuh pengunjung perempuan lain, yang salah satunya hamil, juga dicurigai membantu upaya pelarian itu. Mereka dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi bersama dengan putri Da Silva.

    Menurut laporan New York Times, ini bukan pertama kalinya da Silva mencoba kabur, meski baru kali ini ia nyaris keluar pintu depan. Pada 2013, da Silva termasuk di antara 31 tahanan yang berupaya kabur dari penjara Vicente Piragibe, yang juga terletak di negara bagian Brasil Rio de Janeiro, melalui gorong-gorong sebelum akhirnya ditangkap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.