Penumpang Kereta Ini Dijuluki Pahlawan, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang kereta di Cina muncul sebagai sosok pahlawan yang menyelamatkan seorang penumpang perempuan dari tindakan jahat penumpang lain

    Penumpang kereta di Cina muncul sebagai sosok pahlawan yang menyelamatkan seorang penumpang perempuan dari tindakan jahat penumpang lain

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang penumpang kereta di Cina muncul sebagai sosok pahlawan yang menyelamatkan seorang penumpang perempuan dari tindakan jahat penumpang lain yang ingin mengintip dan merekam roknya.

    Dalam rekaman video yang beredar terlihat seorang penumpang laki-laki yang duduk diam-diam menggunakan ponselnya untuk merekam pakaian dalam penumpang perempuan yang menggunakan rok. Posisi si perempuan itu persis membelakanginya.

    Melihat tindak kejahatan ini, penumpang laki-laki yang bak sosok pahlawan itu segera berdiri dari tempatnya duduk dan memberikan kursinya pada perempuan tersebut. Perempuan itu tidak tahu kalau roknya tadi diintip oleh penumpang lain yang tak sopan.

    Klip dari kejadian ini dengan cepat viral dan telah dilihat 32 juta kali dalam beberapa hari. Banyak pengguna memuji tindakan penumpang laki-laki tersebut yang muncul bak penyelamat bagi penumpang perempuan itu.

    Identitas perempuan dan laki-laki yang menyelamatkannya tidak dipublikasi.

    Dalam rekaman itu, penumpang kereta laki-laki yang tak sopan itu menggunakan ponselnya merekam pakaian dalam penumpang perempuan yang berdiri persis membelakanginya. Perempuan itu menggunakan baju terusan warna hijau.

    Mengintip rok sambil merekamnya dengan ponsel telah menjadi hal yang meresahkan di Cina. Masalah ini ramai dibincangkan di situs media sosial Weibo sekaligus untuk memperingatkan para penumpang perempuan agar lebih berhati-hati ketika memakai rok saat menaiki transportasi umum atau tangga berjalan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.