Pesawat Tempur Pakistan Jatuh di Pemukiman Warga, 17 Tewas

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tempur Pakistan jatuh dan menimpa pemukiman penduduk. Sumber: edition.cnn.com

    Pesawat tempur Pakistan jatuh dan menimpa pemukiman penduduk. Sumber: edition.cnn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah pesawat tempur milik militer Pakistan jatuh di kota Rawalpindi pada Selasa pagi, 30 Juli 2019. Musibah itu menewaskan lima awak pesawat dan 12 warga sipil. 

    Dikutip dari asiaone.com, Selasa, 30 Juli 2019, musibah ini terjadi saat pesawat naas itu sedang melakukan sebuah latihan di wilayah udara kota Rawalpindi. Jatuhnya pesawat tempur ditandai dengan sebuah ledakan dahsyat, dimana asap tebal membumbung ke angkasa diantara puing rumah penduduk.

    Pesawat tempur Pakistan jatuh dan menimpa pemukiman penduduk. Sumber: edition.cnn.com 

    Pernyataan dari angkatan bersenjata Pakistan mengatakan pesawat tempur yang jatuh itu sedang melakukan sebuah latihan rutin. Namun tidak menyebutkan penyebab pasti terjadinya musibah dan jenis pesawat tersebut. 

    Selain korban tewas, musibah ini juga membuat warga sipil menjadi korban luka-luka yang segera dilarikan ke sejumlah rumah sakit di kota Rawalpindi. Pasukan pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi jatuhnya pesawat. Sebuah rumah remuk dan terbakar akibat kecelakaan ini.    

    “Pesawat menghantam sisi sebuah bangunan hingga membuatnya benar-benar remuk,” kata sumber di militer Pakistan. 

    Lokasi jatuhnya pesawat tempur Pakistan persisnya di sebuah desa yang menjadi kawasan pemukiman penduduk yang disebut Bahia Town. Kota Rawalpindi cukup dekat dengan ibu kota Islamabad dan telah menjadi markas pusat Angkatan Darat Pakistan.  

    Tempat itu saat ini dipenuhi pasukan militer dan kendaraan penyelamat. Pasukan keamanan Pakistan mendorong warga yang menyebut agar tidak mendekat lokasi jatuhnya pesawat.      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.