2 Kurir Surat di Washington Tewas Akibat Anthrax

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua kurir surat di Washington DC tewas terjangkit Anthrax. Ironisnya, mereka tewas saat menjalani tes pemeriksaan Anthrax di Pusat Kesehatan di Washington DC. “Mereka itu dua karyawan pengirim surat di Washington DC untuk kantor di Brentwood yang sekarang ini sudah ditutup,” kata Kepala Departemen Kesehatan Washington DC Ivan Walks, Selasa (23/10) waktu setempat.

    Berdasarkan tes anthrax, Walks mencurigai seorang diantaranya telah menularkan pada banyak orang. Penularan mungkin saja terjadi mengingat keduanya bekerja berkeliling dalam mengantar surat. Akibatnya, Departemen Kesehatan AS sangat mencemaskan kemungkinan ini.

    Dia memastikan dua kurir pengirim surat di Brentwood –kantor pengiriman surat dekat Baltimore-Washington International Airport- itu telah menghirup anthrax selama bekerja melayani surat-menyurat di Capitol Hill. Kantor tersebut, kini tengah ditutup dalam waktu yang tidak bisa ditentukan di investigasi.

    Terhadap kedua korban tersebut, Walks mengatakan tes darah menunjukkan salah satu dari korban teridentifikasi terjangkit anthrax karena batang tubuh bakteri telah terbelah dan menempel pada tubuh korban. “Data kami menunjukkan kekhawatiran yang tinggi,” ujar Walks.

    Departemen kesehatan AS, lanjut Walks, tengah menyelidiki penyebab dua orang yang tewas itu. Kedua dari kurir pengirim surat kantor pos itu merupakan orang ke sepuluh yang terinfeksi dan korban keenam yang terjangkit anthrax karena menghirup bakteri.

    Sementara pada kasus anthrax yang telah terjadi diakibatkan penularan pada kulit yang terbeset, teridentifikasi di AS sejumlah enam orang. Pengetesan darah dan kemungkinan penularan surat itu juga dilakukan terhadap lebih dari 2000 karyawan pos. (E K Dewanto-Tempo News Room/BBC/CNN/AFP/Reuters)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.