Dunia Dilanda Unjuk Rasa Menentang Perang Terhadap Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, AFP:Semakin dekatnya kenyataan serangan yang akan dilakukan AS, dan sekutunya Inggris, terhadap Irak pada akhir pekan ini memicu aksi unjuk rasa yang besar di berbagai belahan di dunia, termasuk di Eropa. Setelah sebelumnya dilakukan di AS, Australia, dan Bahrain, ribuan warga di berbagai kota di Eropa, Sabtu (18/1), turut bersatu turun ke jalan untuk menentang rencana serangan itu. Di Moskow, Rusia, sekitar 3000 aktivis komunis membentangkan gambar-gambar Lenin dan Stalin. Mereka juga mengibarkan bendera merah dalam aksi unjuk rasanya di depan kedutaan AS, menentang rencana serangan. Selain sejumlah atribut itu, mereka juga meneriakkan pemerintah AS sebagai teroris, polisi dunia, dan Presiden George W. Bush sebagai Hitler dengan kebijakannya yang fasis. Di Ghotenburg, Swedia, sekitar 5000 warganya juga melakukan aksi berjalan kaki. Sedang di Vienna, Austria, sekitar 1000 orang berkumpul pada Jumat (17/1) malam. Mereka yang kebanyakan terdiri dari mahasiswa itu berkumpul di pusat kota, dekat dengan kedutaan AS. Dalam aksinya, para mahasiswa itu membakar bendera AS dan menyerukan Stop Perang. Terakhir Ribuan massa juga direncanakan akan melakukan aksi hening dengan lilin yang menyala di tangan, menentang aksi serangan terhadap Irak. Selain berencana berkumpul di Parlianment Square di London dan Trafalgar Square, mereka juga berniat melakukan aksinya di depan Markas Angkatan Bersenjata Inggris di sebelah barat laut London. Di Irlandia, ribuan orang juga akan berkumpul di Bandara Shanon untuk memprotes kemungkinan digunakannya lokasi itu sebagai stasiun pengisian bahan bakar untuk pesawat-pesawat perang AS selama perang. Aksi menentang juga direncanakan dilakukan di Italia, Perancis, Jerman, dan Spanyol. Di belahan dunia lainnya, aksi menentang serangan AS dan sekutu-sekutunya terhadap Irak juga marak dilakukan. Di Tokyo, sekitar 4000 warga yang berasal dari penjuru negeri berkumpul di Tokyo. Demikian pula yang terjadi di Mesir, Pakistan, Meksiko, dan Argentina. Presiden AS sendiri pada akhir pekan ini menghabiskan waktunya di tempat peristirahatan di Camp David, Maryland. Juru bicara kepresidenan AS, Ari Fleischer, mengatakan bahwa presiden sangat memahami aliran protes yang terjadi di dalam negerinya. Saya pikir presiden menyambut baik kenyataan bahwa kami adalah negara yang demokratis, dan warga AS, berbeda dengan warga Irak, bebas untuk berbeda pendapat dan menyatakannya, kata dia. Besarnya aksi menentang perang terhadap Irak di AS sendiri diklaim telah menandingi aksi yang sama ketika menentang perang terhadap Vietnam. Beberapa pengamat menyetujui hal itu. Stephen Zunes dari University of San Fransisco bahkan mengatakan bahwa aksi kali ini jauh lebih besar. Profesor Peter Kuznik, spesialis dalam hal kelompok-kelompok anti perang, mengatakan, Ini adalah pergerakan yang berbeda...dalam berbagai respek, ini adalah murni pergerakan anti perang, tanpa ideologi yang mengungganginya. Wuragil --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.