Pemerintah Kota di Cina Larang Pria Berpakaian Bikini Beijing

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria di dekat Kota Terlarang Beijing menggulung bajunya, atau dikenal sebagai bikini Beijing. [Gilles Sabrie/The New York Times]

    Seorang pria di dekat Kota Terlarang Beijing menggulung bajunya, atau dikenal sebagai bikini Beijing. [Gilles Sabrie/The New York Times]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah kota di Cina melarang bikini Beijing atau gaya berpakaian pria dengan menggulung kaus di atas perut.

    Setiap musim panas, ketika kota-kota Cina semakin panas, para pria setengah baya di seluruh negeri menggulung kaus mereka di atas perut mereka untuk menenangkan diri.

    Baca juga: Baju Terlalu Seksi, Penumpang Ini Dikeluarkan dari Penerbangan

    Ini adalah gaya yang sangat umum di mana-mana sehingga bahkan mendapat julukan "bikini Beijing."

    Tetapi di sebuah kota di timur provinsi Shandong Cina, pecinta bikini Beijing, dan mereka yang tidak memakai atasan sama sekali, tidak disukai oleh pihak berwenang setempat.

    Pada hari Selasa, pihak berwenang di Jinan, kota berpenduduk 8,7 juta orang, mengeluarkan pemberitahuan yang memerintahkan masyarakat untuk mengenakan baju mereka di tempat-tempat umum, ketika suhu naik ke 36 derajat Celsius pekan ini.

    Seorang pria memakai bikini Beijing saat dia berjalan di luar pusat perbelanjaan di Beijing, Cina, pada 28 Juni 2019.[CNN]

    Pemandangan lelaki setengah baya di Cina yang bersantai di tempat-tempat umum dengan kemeja mereka digulung untuk mengekspos perut mereka, atau sampai telanjang dada, adalah hal yang umum di seluruh negeri.

    Baca juga: Iklan Terbaru Zara Diprotes Masyarakat Cina, Kenapa?

    Tetapi pihak berwenang Jinan berupaya memperbaiki perilaku yang menurut mereka tidak sopan, menurut pemberitahuan itu, seperti dikutip dari CNN, 6 Juli 2019.

    Selain itu, pemerintah menyatakan banyak warga mengeluh tentang fenomena yang merusak citra kota.

    Pria paruh baya Bermain catur sambil mengenakan kaos ala bikini Beijiing saat musim panas. [Gilles Sabrie untuk The New York Times]

    Pihak berwenang mengatakan mereka berencana untuk menindak orang yang berpakaian tidak pantas di tempat umum, termasuk telanjang dada atau memamerkan tubuh, perkelahian di umum, menyelak antrean, membuang sampah sembarangan, dan berjalan tidak sopan. Pemerintah kota mengklaim aturan baru ini dimaksudkan untuk memperbaiki citra kota.

    Tetapi di media sosial, banyak orang berpikir peraturan itu berlebihan.

    "Menjadi bertelanjang dada mengurangi lebih banyak emisi karbon daripada menyalakan AC," kata seorang yang kontra, sementara yang lain menambahkan, "Biarkan orang tua bebas."

    Baca juga: Iklan Detergen Cuci Pakaian di Cina Dituding Rasis, Kenapa?

    Ini bukan pertama kalinya pemerintah menindak pria setengah baya Cina yang berpakaian terbuka di depan umum di musim panas.

    Di Tianjin, sebuah kota pantai dekat ibu kota Cina, seorang pria didenda sekitar US$ 7 (sekitar Rp 100 ribu) pada Mei karena berbelanja tanpa baju di sebuah supermarket, menurut polisi Tianjin, yang telah memperkenalkan peraturan melarang pria berpakaian tak pantas atau bertelanjang dada awal tahun ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?