Facebook Geger Dapat Kiriman Paket Diduga Racun Sarin

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Karyawan Facebook yang berkantor di Menlo Park, California, Amerika Serikat, dievakuasi setelah kantor itu dikirimi sebuah paket mencurigakan yang diduga terkontaminasi gas beracun sarin pada Senin, 1 Juli 2019. Mesin pemindai surat di kantor Facebook, telah melakukan tes dan positif paket itu mengandung gas sarin.

    Meski demikian, Kepala Pemadam Kebakaran Menlo Park Jon Johnston menyatakan hasil tersebut bisa saja salah dan pengecekan lebih lanjut diperlukan bagi paket itu.

    Atas dugaan paket mengandung gas beracun itu, Facebook memutuskan mengevakuasi empat gedung dan memeriksa dua karyawannya yang diduga terpapar gas beracun tersebut. Menurut Johnston, kedua karyawan tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda terpapar gas sarin. Pihaknya saat ini telah bekerjasama dengan polisi selama proses investigasi peristiwa ini berlangsung.

    Baca juga: Aplikasi Facebook Hilang dari Windows Phone Store 

    Logo Facebook

    Baca juga: Ada Gangguan, Facebook: Kami Sedang Berupaya Menyelesaikan

    "Pihak berwajib belum mengidentifikasi zat yang ditemukan. Untuk sekarang ini, tiga dari empat gedung yang sudah dievakuasi sudah dibersihkan dan siap dapat ditempati lagi. Keamanan karyawan kami adalah priotitas kami dan kami akan membagikan informasi tambahan saat tersedia," ujar Harrison.

    Gas sarin adalah jenis gas beracun yang mengganggu sistem saraf manusia yang dulu digunakan dalam peperangan. Gas tersebut pernah dipakai untuk menyerang kereta bawah tanah di Tokyo pada 1995, menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 6000 orang. Apabila terpapar, gas sarin dapat mengakibatkan kelumpuhan, kehilangan kesadaran, dan kegagalan pernapasan pada manusia.

    RISANDA ADHI PRATAMA | REUTERS | CNN | NYPOST.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.