Mahathir Bakal Memerintah Malaysia Paling Lama Tiga Tahun

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) dan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyaksikan perayaan Hari Merdeka ke-61 di Putrajaya, Malaysia, Jumat, 31 Agustus 2018. Pada 31 Agustus 1957, pukul 09.30, deklarasi Hari Merdeka dibacakan Ketua Menteri Malaya pertama, Tunku Abdul Rahman, di Stadion Merdeka, yang dihadiri ribuan orang, antara lain para penguasa Melayu, anggota pemerintahan federal, dan tamu asing. (AP Photo)

    Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) dan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyaksikan perayaan Hari Merdeka ke-61 di Putrajaya, Malaysia, Jumat, 31 Agustus 2018. Pada 31 Agustus 1957, pukul 09.30, deklarasi Hari Merdeka dibacakan Ketua Menteri Malaya pertama, Tunku Abdul Rahman, di Stadion Merdeka, yang dihadiri ribuan orang, antara lain para penguasa Melayu, anggota pemerintahan federal, dan tamu asing. (AP Photo)

    TEMPO.COKuala Lumpur – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan dia telah berjanji untuk menyerahkan posisi PM kepada Anwar Ibrahim. Tenggatnya adalah tidak lebih dari tiga tahun masa kepemimpinannya saat ini.

    Baca juga: Mahathir Diminta Tetapkan Waktu Transisi PM kepada Anwar Ibrahim

     
     

    “Sejauh yang saya pahami, saya telah berjanji bahwa saya akan mundur dan Anwar akan menggantikan saya,” kata Mahathir dalam wawancara dengan CNBC dan dilansir Channel News Asia di sela-sela pertemuan puncak ke – 34 Association of Southeast Asia Nations di Bangkok, Thailand.

    Kesepakatan soal masa kepemimpinan Mahathir ini telah dibahas dalam perjanjian di dalam koalisi Pakatan Harapan, yang mengusung Mahathir sebagai kandidat PM pada pemilu Malaysia 2018.

    Baca juga: Mahathir Bakal Dikudeta? Anwar Ibrahim Menampik

     

    Soal masa kepemimpinannya ini menjadi pembicaraan di media massa Malaysia menjelang berakhirnya dua tahun masa kepemimpinan Mahathir.

    Beberapa waktu lalu, loyalis Anwar Ibrahim mendesak Mahathir secara terbuka agar menetapkan tenggat masa kepemimpinannya agar tidak menimbulkan kebingungan publik Malaysia, seperti dilansir media Star.

    Anwar merupakan presiden dari Partai Keadilan Rakyat. Baru-baru ini, dia mengatakan ada kesepakatan pada 7 Januari 2018 bahwa dia akan menjadi PM setelah dua tahun masa kepemimpinan Mahathir.

    Baca juga: Mahathir Tanggapi Anwar Ibrahim Soal Ketua KPK Malaysia

     

    Pada akhir pekan lalu, Anwar mengatakan kesepakatan transisi kepemimpinan Mahathir merupakan kesepakatan yang telah final.

    “Saya perlu menegaskan posisi saya dan menyatakan rasa puas terhadap proses transisi yang sedang terjadi. Saya melihat orang cenderung sangat negatif bahkan ketika PM telah menegaskan posisinya,” kata Anwar seusai rapat internal PKR.

    Dalam wawancara dengan CNBC, Mahathir ditanya apakah dia akan menjabat sebagai PM hingga tercapainya target penurunan utang Malaysia dari 80 persen menjadi 54 persen. Soal ini, Mahathir menjawab,”Tidak. Saya tidak akan lebih dari tiga tahun.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.