Trump Batal Serang Iran Setelah Tahu 150 Orang akan Tewas

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patrick Shanahan dan Donald Trump mengadakan rapat kabinet di Gedung Putih di Washington, AS 9 Mei 2018. REUTERS / Jonathan Ernst

    Patrick Shanahan dan Donald Trump mengadakan rapat kabinet di Gedung Putih di Washington, AS 9 Mei 2018. REUTERS / Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump mengatakan dia tidak ingin membunuh ratusan orang Iran sebagai balasan atas penembakan drone militer AS.

    Dalam wawancara eksklusif NBC News "Meet the Press", yang disiarkan pada 21 Juni, Trump mengatakan tidak ingin berperang dengan Iran.

    "Saya tidak mau melakukan itu (perang dengan Iran)," katanya kepada Chuck Todd, host program Meet the Press.

    Trump menceritakan detik-detik dia membuat keputusan yang membuatnya menghentikan serangan ke Iran pada Kamis malam. Dia mengaku belum memberikan persetujuan akhir untuk serangan apa pun dan menambahkan bahwa tidak ada pesawat di udara.

    "Tidak ada lampu hijau," kata Trump.

    Baca juga: Presiden Donald Trump Mendadak Urungkan Niat Serang Iran

    Sebelumnya Trump mencuit dia telah menyiapkan senjata untuk menyerang beberapa target di Iran, tetapi dia menilai hilangnya nyawa akan tidak sebanding dengan jatuhnya drone AS.

    "Saya ingin tahu sebelum melanjutkan serangan. Berapa banyak orang Iran yang akan tewas," kata Trump kepada jenderalnya.

    Jenderal membalas sekitar 150 orang akan tewas, kata Trump.

    Baca juga: Donald Trump Disebut Kirim Surat ke Iran Ajak Dialog

    "Saya memikirkannya sebentar dan saya berkata, Anda tahu, mereka menembak jatuh pesawat tak berawak, pesawat, apa pun yang Anda ingin menyebutnya, dan di sini kita bisa menyebabkan 150 orang tewas yang mungkin terjadi dalam suatu setengah jam setelah saya katakan serang," kata Trump.

    "Dan saya tidak suka itu, saya tidak berpikir itu setimpal," lanjutnya.

    Donald Trump saat diwawancara Chuck Todd dalam Meet The Press NBC.[NBC News]

    Pada Kamis, rudal pertahanan udara Iran menembak jatuh Drone Global Hawk AS. Iran mengklaim drone melewati batas wilayahnya, sementara AS mengaku drone mereka terbang di atas perairan internasional di Selat Hormuz.

    Pada Jumat, seorang pejabat senior dari Korps Garda Revolusi Iran mengklaim telah mengirim beberapa peringatan dikeluarkan sebelum menembak drone.

    Baca juga: FAA Larang Maskapai Amerika Serikat Terbang di Perairan Iran

    "Kami telah mengirim dua tahap peringatan," kata Amir Ali Hajizadeh. "Mereka tidak merespons."

    Pesawat drone ditembak jatuh setelah peringatan terakhir pada pukul 3.55 pagi hari Kamis. Para pejabat Amerika tidak menanggapi permintaan komentar atas klaim Iran.

    Presiden Trump menulis di Twitter ingin membalas serangan drone, dengan mengerahkan serangan udara ke tiga target Iran. Namun dia mengaku membatalkan serangan 10 menit sebelum dilakukan.

    Baca juga: Mengintip Kecanggihan Drone Global Hawk AS yang Ditembak Iran

    Kicauan Trump mengkonfirmasi laporan New York Times dan Washington Post pada Kamis malam, yang melaporkan Donald Trump telah menyetujui serangan ke Iran namun segera membatalkannya, ketika semua pesawat tempur dan kapal perang Amerika Serikat sudah siap tempur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.