Tak Bawa Paspor, Pilot Pesawat PM Bangladesh Ditahan di Qatar

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina. ANTARA FOTO/AACC2015

    Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina. ANTARA FOTO/AACC2015

    TEMPO.CO, Jakarta - Pilot pesawat yang akan membawa Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina pulang dari Finlandia ke Dhaka ditahan di Qatar karena tidak membawa paspor.

    Pilot Biman Bangladesh Airlines, Kapten Fazal Mahmud, ditahan pihak imigrasi bandara internasional Doha. Fazal terbang membawa pesawat Boeing 787 Dreamliner dari Dhaka menuju Qatar pada Rabu malam, 5 Juni untuk menjemput PM Bangladesh.

    Baca juga: Pilot Tertidur, Bandara Tujuan Terlewati 46 Kilometer

    Mengutip laporan Gulf News, 7 Juni 2019, maskapai Biman terpaksa mengirimkan paspor Fazal dengan penerbangan lain ke Qatar.

    Maskapai itu juga mengirim pilot lainnya untuk membawa PM Hasina kembali ke Dhaka pada hari Sabtu, 8 Juni 2019.

    Baca juga: Pesawat Gagal Mendarat, Pilot Traktir Penumpangnya dengan Pizza

    "Investigasi akan dilakukan karena penting bagaimana pilot di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal tanpa paspor," kata Sekretaris Penerbangan Sipil Bangladesh, Mohibul Haque kepada bdnews24.com Kamis lalu.

    Mohibul membantah Fazal ditahan lantaran tidak membawa paspor.

    Baca juga: Tak Kesampaian Jadi Pilot, Petani Bawang Ini Bangun Pesawat

    "Dia disediakan kamar hotel untuk tinggal," ujarnya.

    PM Bangladesh ini berkunjung ke Finlandia sebagai bagian dari kunjungan kerjanya ke beberapa negara. Sebelumnya, Hasina telah berkunjung ke Jepang dan Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kajian Ibu Kota Baru, Diklaim Memperkuat Kawasan Timur Indonesia

    Pemindahan ibu kota ke luar Jawa diklaim akan memperkuat kegiatan nasional dan kawasan Indonesia timur. Begini kajian ibu kajian ibu kota baru.