Profesor Inggris Ungkap Tiga Planet ini Cocok Dihuni Manusia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan bumi saat terjadi gerhana matahari dari luar angkasa pada 9 Maret 2016. Wilayah Indonesia dan sejumlah bagian di sekitarnya tampak gelap saat cahaya matahari terhalang oleh bulan. NASA

    Penampakan bumi saat terjadi gerhana matahari dari luar angkasa pada 9 Maret 2016. Wilayah Indonesia dan sejumlah bagian di sekitarnya tampak gelap saat cahaya matahari terhalang oleh bulan. NASA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ilmuwan asal Inggris mengatakan ada tiga planet, yakni Mars, Venus dan Merkurius yang mungkin memiliki lautan dan sungai seperti Bumi.

    Seperti dilansir dari Sputnik, 20 Mei 2019, dalam bukunya The Planets, Profesor Brian Edward Cox menulis bahwa permukaan panas ketiga planet tersebut pernah cocok sebagai tempat tinggal.

    Venus planet kedua dari matahari, saat ini memiliki temperatur yang tinggi yang bisa melelehkan timbal dan pada atmosfernya mengandung awan asam sulfat.

    Baca juga: Pemburu Planet NASA Temukan 10.000 Dunia Alien dalam 2 Tahun

    Menurut Cox, kemungkinan Venus merupakan planet pertama yang mempunyai laut, langit dan awan. Namun planet terdekat dengan Bumi itu sudah mengering sekitar 700 juta tahun yang lalu dan bisa kembali seperti dulu harus membutuhkan dua miliar tahun lagi.

    "Data terakumulasi selama beberapa dekade eksplorasi. Semua menunjuk pada kesimpulan yang sama, yakni di masa lalu Venus adalah sebuah planet yang diselimuti samudra purba yang dangkal," kata Cox dan Andrew Cohen dalam buku Planets.

    Markas simulasi C-Space Project Mars yang berada di gurun Gobi, Provinsi Gansu, Cina, 16 April 2019. Kota Jinchang meningkatkan pariwisata agar membuat para pengunjung merasa seolah-olah mereka berada di planet Mars. REUTERS/Thomas Peter

    Planet yang paling dekat dengan matahari, Merkurius, dulu lebih besar dari sekarang dan memiliki semua unsur kehidupan yang dibutuhkan manusia.

    "Itu mungkin sudah cukup besar untuk menahan atmosfer, sebuah planet yang berair tempat semua unsur kehidupan bisa ada, sebelum ia terlempar keluar dari orbit oleh tarikan gravitasi Jupiter," kata Cohen dan Cox dalam bukunya.

    Baca juga: Uni Emirat Arab Ingin Bangun Kota di Planet Mars

    Mars, bagaimanapun, dianggap oleh keduanya sebagai planet yang paling memungkinkan untuk dihuni.

    "Dahulu kala, planet merah (Mars) itu berkilau biru. Aliran mengalir menuruni lereng bukit dan sungai mengalir melalui lembah," kata Andrew Cohen dan Brian Cox.

    Baca juga: Trump Minta NASA Daratkan Manusia ke Mars Selama Masa Jabatannya

    Profesor Brian Cox dianugerahi gelar PhD dalam Fisika Partikel Energi Tinggi di Hamburg, Jerman. Dia terkenal sebagai presenter program sains di serial BBC, Wonders Of The Solar System dan aktif di dunia akademisi sebagai profesor di Universitas Manchester sebagai ahli fisika partikel yang meneliti tentang Bumi dan planet tata surya lainnya.

    SPUTNIK | EKO WAHYUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.