Trump Minta NASA Daratkan Manusia ke Mars Selama Masa Jabatannya

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Trump menerima jaket penerbangan NASA selama penandatanganan program.[Foto NASA/The Verge]

    Presiden Trump menerima jaket penerbangan NASA selama penandatanganan program.[Foto NASA/The Verge]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Donald Trump dikabarkan menawarkan NASA uang berapapun jika bisa mendarat di Mars selama masa kepresidenannya.

    Laporan ini dipublikasikan oleh New York Magazine, dikutip Business Insider, 23 Januari 2019, berdasarkan memoir mantan pejabat komunikasi Gedung Putih.

    Baca: Trump dan Pentagon Siapkan Angkatan Luar Angkasa, Seperti Apa?

    Dalam memoarnya berjudul "Team of Vipers: My 500 Extraordinary Days in the Trump White House", yang ditulis mantan Direktur Strategi Pesan Gedung Putih Cliff Sims mengenang percakapan telepon dengan astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada April 2017, bahwa Trump mengungkapkan ketertarikan mendaratkan manusia ke Mars selama masa jabatannya.

    Di ruang makan bersama pejabat NASA, Trump dilaporkan bertanya kepada para hadirinnya akan kemungkinan pendaratan ke Mars. Pengurus NASA saat itu, Robert Lightfoot Jr. menjelaskan AS akan berupaya mendaratkan manusia di Mars pada 2030.

    "Tapi apakah ada kemungkinan kita bisa melakukannya di akhir masa jabatan pertama saya," tanya Trump, menurut pengakuan Sims.

    Presiden Trump Menandatangani Dekrit S442 RUU NASA untuk Insinyur dan Astronot untuk Eksplorasi Luar Angkasa.[Golden State Times]

    Sims menulis bahwa ia merasa gelisah di kamar karena pertanyaan mendadak Trump tak lama sebelum panggilan telepon dengan Stasiun Luar Angkasa ISS. Para pejabat NASA diyakini telah berusaha keras untuk berkoordinasi dengan Stasiun Luar Angkasa ISS, yang hanya dapat dicapai selama waktu tertentu karena "mekanika orbital".

    "Yang bisa kupikirkan hanyalah bahwa kita harus berada di kamera dalam tiga menit. Namun kita di sini dengan santai mengobrol tentang memintas satu dekade penuh dari jadwal NASA untuk mengirim penerbangan berawak ke Mars," tulis Sims.

    Baca: NASA Bantah Pernyataan Donald Trump Soal Ekspedisi Deep Space

    Trump, yang tampak kecewa dilaporkan bertanya kepada Lightfoot, "Tetapi bagaimana jika saya memberi Anda semua uang yang Anda perlukan untuk melakukannya?"

    "Bagaimana jika kami mengirim anggaran NASA melampaui rencana anggaran, tetapi fokus sepenuhnya pada itu, bukan apa pun yang Anda lakukan sekarang. Mungkinkah itu berhasil," tanya Trump.

    Sims melihat saat itu Lightfoot menerangkan hambatan logistik NASA untuk pendaratan di Mars yang tampaknya membuat Trump kecewa.

    Trump pergi ke kamar mandi untuk memeriksa penampilannya, melihat ke cermin dan berkata, "Stasiun Luar Angkasa ISS, ini adalah Presiden Anda."

    Trump kemudian mengajukan pertanyaan sebelumnya kepada astronot Peggy Whitson di Stasiun Luar Angkasa ISS.

    "Apa yang Anda lihat sebagai waktu yang tepat untuk mengirim manusia ke Mars," Trump bertanya Whitson selama panggilan.

    Baca: Trump Kirim Kembali Astronot AS ke Bulan, dan Mars

    Setelah Whitson menunjukkan tantangan teknologi dan legislatif seperti upaya yang diperlukan, Trump tampak bercanda bahwa ia ingin menyelesaikan misi luar angkasa dalam masa jabatan pertamanya, atau paling tidak dalam masa jabatan keduanya.

    "Jadi saya pikir kita harus mempercepatnya sedikit," kata Trump.

    Satu bulan sebelum panggilan teleponnya, Donald Trump menandatangani US$ 19,5 (Rp 276,5 triliun) miliar untuk mendanai NASA di mana salah satu pokok dalam RUU tersebut yakni NASA harus berkomitmen menjelajahi Mars.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh di Panggung, Riuh di Cyber

    Di dunia maya, adu cuitan dan status jauh lebih ramai antara pendukung dan juru bicara kedua kubu.