Nyaris Robek, Wajah Pembawa Acara Disedot Gurita

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pemandu acara mencoba memakan gurita hidup-hidup, namun yang terjadi malah hal yang membahayakannya. Sumber: youtube screengrabs/asiaone.com

    Seorang pemandu acara mencoba memakan gurita hidup-hidup, namun yang terjadi malah hal yang membahayakannya. Sumber: youtube screengrabs/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Demi menarik jumlah penonton, seorang pembawa acara mencoba memakan seekor gurita hidup-hidup, namun yang terjadi malah hal yang membahayakannya.

    Dalam sebuah rekaman video yang beredar di situs media sosial Weibo pekan ini, wajah cantik seorang pembawa acara perempuan nyaris disobek oleh seekor gurita hidup yang hendak dimakan saat dia melakukan siaran langsung.

    Seperti yang terjadi di film klasik tentang Alien, gurita itu mengunci dirinya nemplok persis di wajah si pembawa acara agar tak dimakan hidup-hidup. Identitas pembawa acara itu tak dipublikasi.

    "Lihatlah kekuatan sedotan gurita ini !," kata pemandu acara tersebut pada menit-menit awal.

    Baca: Tip Mengemas Oleh-oleh Gurita Segar dari Pantai Gunungkidul

    Tak lama kemudian, pembawa acara itu sadar dia berada dalam masalah dan melambaikan tangan tanda meminta pertolongan saat dia perlahan menarik gurita dari mata, hidung dan mulutnya. Dia mulai berteriak panik saat menyadari pipinya mulai berdarah.

    Baca: Sensasi Kenyal, Pengalaman Dinda Kirana Menyantap Gurita Mentah

    Setelah video ini di unggah ke LiveLeak, para natizen pun ramai memberikan komentar. Ada yang berkomentar betapa mengerikan dan mengira bola mata pembawa acara itu akan copot. Banyak pula natizen yang malah menertawakan kejadian ini.

    Gurita di Korea Selatan dianggap sebagai salah satu makanan yang enak. Namun mengkonsumsi gurita mentah bisa berbahaya jika tersedak karena dapat menempel di tenggorokan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.