Menlu Amerika Pompeo Kritik Inggris Soal Teknologi Huawei

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengkritik sikap Inggris terhadap Cina dan perusahaan telekomunikasi raksasa Huawei terkait pembangunan jaringan 5G pada Rabu, 8 Mei 2019. Reuters

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengkritik sikap Inggris terhadap Cina dan perusahaan telekomunikasi raksasa Huawei terkait pembangunan jaringan 5G pada Rabu, 8 Mei 2019. Reuters

    TEMPO.COLondon – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mengkritik sekutu Inggris terkait kebijakan terhadap Cina dan perusahaan telekomunikasi raksasa Huawei Technologies.

    Baca:

     

    Pompeo mengatakan penggunaan teknologi telekomunikasi buatan Huawei bisa menghambat proses berbagi informasi intelijen dengan London.

    Selama ini, AS telah melarang sekutu untuk menggunakan teknologi Huawei untuk membangun jaringan telekomunikasi nirkabel supercepat 5G.

    Ini karena ada kekhawatiran jaringan telekomunikasi ini akan digunakan oleh intelijen Cina untuk memata-matai.

    Baca:

     

    “Tanyakan kepada diri kalian apakah Wanita Besi akan diam saat Cina melanggar kedaulatan negara-negara lewat korupsi dan pemaksaan,” kata Pompeo dalam pidato di London seperti dilansir Reuters dan Telegraph pada Rabu, 8 Mei 2019.

    Wanita Besi adalah julukan dari Perdana Menteri Margaret Thatcher, yang memerintah Inggris pada 1979 – 1990.

    Saat ini, pemerintah Inggris dikabarkan berencana menggunakan teknologi Huawei untuk sebagian jaringan 5G, yang akan dibangun di Inggris.

    Baca:

     

    Pompeo mempertanyakan kebijakan pemerintahan PM Theresa May terhadap Cina dan Huawei.

    “Keamanan yang tidak memadai akan menghambat kemampuan AS untuk berbagi informasi tertentu dalam jaringan terpercaya. Ini yang diinginkan Cina, membelah sekutu Barat lewat bit dan byte bukan peluru dan bom,” kata Pompeo menyebut satuan data dalam teknologi digital.

    Huawei logo. Kredit: YouTube

    Saat ini, Pompeo mengatakan Barat menghadapi kebangkitan kekuatan besar kompetisi dari Cina, Rusia, dan Iran. “Ini bukan saatnya kita untuk menjadi lemah,” kata dia.

    Baca:

     

    “Di Cina, kita menghadapi jenis tantangan baru yaitu sebuah rezim otoritas yang terintegrasi secara ekonomi dengan Barat dan ini tidak pernah terjadi sebelumnya dengan Uni Sovyet,” kata dia.

    Pompeo menuding Cina mencuri data informasi hak paten sensitif dan data komersil sensitif di Eropa, Asia, dan AS.

    “Pemerintah Cina dapat meminta akses arus data lewat sistem Huawei dan ZYE. Mengapa kita mau memberikan kekuasaan begitu besar kepada rezim yang telah melanggar ruang internet,” kata dia. “Apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah Inggris untuk memastikan teknologi sensitif tidak menjadi pintu terbuka bagi bos mata-mata Cina?” kata Pompeo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.