Raja Thailand Beri Pengampunan Tahanan Sebelum Penobatan Puncak

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan permaisuri Ratu Suthida saat tiba di Royal Plaza pada Kamis, 2 Mei 2019, untuk memberikan penghormatan kepada leluhur. Reuters

    Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan permaisuri Ratu Suthida saat tiba di Royal Plaza pada Kamis, 2 Mei 2019, untuk memberikan penghormatan kepada leluhur. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Thailand Maha Vajiralongkorn melakukan ritual terakhir pada hari Jumat untuk tiga hari upacara penobatannya dan juga akan memberikan pengampunan dan pembebasan beberapa tahanan.

    Penobatan yang berlangsung dari Sabtu hingga Senin, akan menjadi yang pertama di Thailand dalam 69 tahun terakhir, sejak ayahnya, mendiang Raja Bhumibol Adulyadej, dimahkotai pada 1950.

    Dikutip dari Reuters, 3 Mei 2019, Raja Vajiralongkorn, 66 tahun, juga dikenal dengan gelar Raja Rama X. Ia menjadi raja konstitusional setelah kematian ayahnya pada Oktober 2016, setelah 70 tahun naik takhta.

    Baca: Raja Thailand Kunjungi Makam Leluhur sebelum Penobatan

    Pada hari Jumat, raja mengunjungi Kuil Budha Zamrud untuk memberi penghormatan kepada salah satu peninggalan Budha paling suci di Thailand.

    "Hidup raja," teriak sekelompok orang berpakaian kuning, warna keberuntungan di Thailand, ketika raja dan ratu barunya berjalan di karpet merah ke Grand Palace, terlindung dari matahari sore yang panas oleh payung kuning besar .

    Raja menyalakan lilin keberuntungan pada pukul 4.19 sore, waktu yang ditentukan oleh para ahli astrologi istana karena berarti menguntungkan, ketika 80 biksu Budha berdoa.

    Kuning sangat penting karena merupakan warna Senin Dalam budaya Thailand, yang kaya akan astrologi, hari kelahiran raja, dan juga warna matahari, yang mewakili raja di kosmos.

    Orang Thailand akan mengenakan pakaian kuning sampai akhir Juli, bulan kelahiran raja.

    Menjelang upacara akbar, raja mengatakan dia akan memberikan pengampunan kerajaan kepada beberapa tahanan untuk memberi mereka kesempatan untuk menjadi warga negara yang baik, menurut laporan Royal Gazette.

    Baca: 5 Kebijakan Raja Thailand Maha Vajiralongkorn sebelum Penobatan

    Perintah yang mulai berlaku pada hari Sabtu, mendaftarkan banyak kriteria tahanan yang memenuhi syarat untuk pengampunan, termasuk mereka yang cacat, penyakit kronis atau terminal, atau mereka yang dalam satu tahun menyelesaikan hukumannya.

    Raja juga akan mengurangi hukuman bagi beberapa tahanan, termasuk mereka yang dipenjara seumur hidup, dan mengubah beberapa hukuman mati menjadi seumur hidup.

    Tidak jelas berapa banyak orang yang akan memenuhi syarat untuk pengampunan, dan Departemen Pemasyarakatan mengatakan akan menyelesaikan daftar tahanan yang memenuhi syarat, dan membebaskan mereka atau mengubah hukuman mereka, dalam 120 hari.

    Baca: Raja Thailand Bentuk Korps Relawan Sebanyak 5 Juta Orang

    Pengampunan tidak diperuntukkan bagi orang asing, juga tidak untuk tahanan yang dihukum karena menghina monarki, kejahatan yang dikenal sebagai lese majeste, yang dapat dihukum hingga 15 tahun penjara.

    Jatupat Boonpattararaksa, seorang aktivis mahasiswa terkemuka yang dijatuhi hukuman penjara dua setengah tahun pada tahun 2017 karena berbagi profil BBC dalam bahasa Thailand yang mengulas tentang Raja Thailand diharapkan akan dibebaskan minggu depan, kata pengacaranya.

    Jatupat adalah orang pertama yang didakwa dengan menghina kerajaan setelah Raja Thailand Maha Vajiralongkorn secara resmi naik takhta setelah kematian Raja Bhumibol, dan masa tahanan penuhnya akan berakhir pada 19 Juni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.