Viral Gorila di Kongo Berpose Selfie Seperti Manusia

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selfie ini menerima ribuan suka dengan banyak berterima kasih kepada penjaga untuk melindungi hewan.[Facebook/News.com.au]

    Selfie ini menerima ribuan suka dengan banyak berterima kasih kepada penjaga untuk melindungi hewan.[Facebook/News.com.au]

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua gorila di Republik Kongo viral setelah berpose selfie mengikuti gaya manusia.

    Foto dua gorila bersama seorang jagawana di Taman Nasional Virunga, Republik Demokratik Kongo, langsung viral setelah diunggah ke Facebook.

    "Satu hari lagi di kantor..." tulis Mathieu Shamavu di samping gambar, yang telah dibagikan lebih dari 20.000 kali, dikutip dari CNN, 23 April 2019.

    Baca: Koko, Gorila Jenius Meninggal di Usia 46 Tahun

    Gorila betina bernama Ndakazi dan Ndeze tampak bergaya alami di depan kamera. Yang satu berdiri berpose dengan kedua kaki terbuka lebar, sementara yang lain condong ke depan agar masuk layar kamera.

    "Para gorila itu selalu bertingkah nakal, jadi ini adalah potret sempurna dari kepribadian mereka yang sebenarnya," tulis Virunga National Park di Instagram.

    "Juga tidak mengherankan melihat gadis-gadis ini dengan kedua kaki mereka. Sebagian besar primata merasa nyaman berjalan tegak (bipedalisme) untuk waktu singkat," tambahnya.

     
     
     
    View this post on Instagram
     
     

    You might have recently seen caretakers Mathieu and Patrick’s amazing selfie with female orphaned gorillas Ndakazi and Ndeze inside the Senkwekwe center at Virunga National Park. We’ve received dozens of messages about the photo. YES, it’s real! Those gorilla gals are always acting cheeky so this was the perfect shot of their true personalities! Also, it’s no surprise to see these girls on their two feet either—most primates are comfortable walking upright (bipedalism) for short bursts of time. Guys, if you shared our gorilla selfie post, please share our Earth Day posts as well! Conserving Virunga’s amazing wildlife is a constant challenge for the Park and our work wouldn’t be possible without your support. Matching funds have been pledged on every donation to the Park today, up to a total of $25,000—giving us the opportunity to raise $50,000 for Virunga! Visit virunga.org/donate or click the link in our bio to get involved and keep sharing our posts! Thank you! *We want to emphasize that these gorillas are in an enclosed sanctuary for orphans to which they have lived since infancy. The caretakers at Senkwekwe take great care to not put the health of the gorillas in danger. These are exceptional circumstances in which the photo was taken. It is never permitted to approach a gorilla in the wild. #gorillaselfie #gorilla #mountaingorilla #mountaingorillaselfie #selfie #earthday #earthday2019 #virunga #virunganationalpark #congo #drcongo #rdc #drc #protecttheplanet #happyearthday #wildlife #wildlifeconservation #conservation #natureconservation

    A post shared by Virunga National Park (@virunganationalpark) on

    Foto lain yang dibagikan menunjukkan jagawana lain berlutut, dengan seekor gorila bersandar padanya untuk mendapat foto yang pas.

    "Para pria dan wanita lokal (jagawana) ini menjalani pelatihan intensif, mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari untuk melindungi satwa liar yang luar biasa di taman itu, termasuk yang terakhir dari gorila gunung yang terancam punah di dunia," kata situs taman nasional, dikutip dari News.com.au.

    Baca: Vila, Gorila Tertua dan Paling Dicintai di Dunia Meninggal

    Taman nasional ini dibuka pada tahun 1925 dan merupakan salah satu kawasan lindung pertama di Afrika. 

    Taman Nasional Virunga, yang membentang di sepanjang wilayah timur laut Kongo, adalah rumah bagi 22 spesies primata, termasuk tiga kera besar. Diperkirakan 1.000 gorila gunung menghuni wilayah taman nasional Kongo tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.