Pria Irak Ditangkap karena Jual Arloji Bergambar Saddam Hussein

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saddam Hussein (REUTERS)

    Saddam Hussein (REUTERS)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Irak menangkap seorang pria yang menjual jam tangan bergambar Saddam Hussein.

    Menurut Arab News, 23 April 2019, Kepolisian Baghdad mengatakan, mereka mendapat laporan dari masyarakat ada orang yang menjual jam tangan bergambar Saddam Hussein.

    Diketahui pria tersebut menjual jam tangan di Rabi'e Street di Distrik al-Jaamia, Karkh, Baghdad, seperti dilaporkan Kurdistan24. Tidak ada keterangan lebih lanjut terkait penangkapan ini.

    Baca: Putri Saddam Hussein Ungkap Pesan Ayahnya Sebelum Dieksekusi Mati

    Sejak kejatuhan Saddam Hussein, semua benda atau media yang mempromosikan mantan diktator dari Partai Ba'ath dilarang.

    Menurut Pasal 7 Konstitusi Irak, setiap orang atau kelompok yang menyebarkan Partai Ba'ath Saddam Hussein di Irak dan simbol-simbolnya dilarang dalam bentuk apapun.

    Arloji bergambar Saddam Hussein.[Arab News]

    Penangkapan ini terjadi tak setelah seorang penyair populer muncul di provinsi selatan Dhi Qar, menyampaikan sebuah puisi yang dilihat banyak orang sebagai penghormatan kepada Saddam Hussein, yang memerintah Irak selama beberapa dekade, dari 1979 hingga kejatuhannya pada 2003.

    Beberapa minggu sebelumnya, mahasiswa di Universitas al-Anbar mempresentasikan gambar Saddam Hussein pada upacara wisuda mereka. Kasus-kasus serupa terjadi dan dalam kasus lain menggemakan slogan-slogan memuji Saddam Hussein.

    Baca: Suporter Puji Saddam Hussein, Tim Sepak Bola Irak Keluar Lapangan

    Di Dhi Qar, beberapa hari yang lalu, Fakultas Seni memainkan lagu kebangsaan bekas Partai Ba'ath yang dilarang selama upacara wisuda. Pasukan keamanan menangkap penyelenggara wisuda.

    Saddam Hussein dijatuhi hukuman mati dengan digantung pada hari Sabtu, 30 Desember 2006, setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.