Soal Golan, Suriah: AS Lebih Baik Jual Tanahnya Sendiri ke Israel

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bashar Jaafari.[Times of Israel]

    Bashar Jaafari.[Times of Israel]

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Suriah untuk PBB menyarankan agar AS menyerahkan negara bagiannya untuk Israel daripada menjual wilayah negara lain seperti yang dilakukan atas Dataran Tinggi Golan.

    Dubes Suriah untuk PBB, Bashar Jaafari, menyindir pengakuan AS atas klaim Israel yang menduduki Dataran Tinggi Golan di perbatasan Suriah.

    Menurut Jaafari, pemerintahan Trump melakukan penawaran kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di PBB untuk menjilat dengan lobi kuat Israel di AS. Namun, Jaafari menyarankan Trump agar memberi Israel tanah AS daripada tanah milik negara lain.

    Baca: Donald Trump Akui Dataran Tinggi Golan Milik Israel

    "Anda bisa memberi mereka North Carolina dan South Carolina misalnya, kenapa tidak? South Carolina adalah wilayah yang bagus...jadi, beri saja Israel beberapa negara bagian jika pemerintahannya betul-betul menginginkan dukungan Israel," kata Jaafari, seperti dikutip Russia Today, 28 Maret 2019.

    Presiden AS Donald Trump memberikan dekrit kepada PM Israel Benjamin Netanyahu, yang mengakui Dataran Tinggi Golan milik Israel, 25 Maret 2019.[REUTERS]

    Keputusan Trump untuk mendukung klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan diumumkan tepat sebelum pemilihan umum Israel pada 6 April dan telah secara luas dianggap sebagai dukungan pemilu untuk Netanyahu, yang sedang menghadapi tuduhan penipuan, penyuapan dan penyalahgunaan kekuasaan di dalam negeri.

    Baca: ISIS Menyerah, Pasukan Suriah Kuasai Dataran Tinggi Golan

    "Jangan salah arah dengan berpikir bahwa suatu hari tanah ini akan menjadi milik Anda karena kemunafikan atau karena menjadi bidak dalam permainan pemilu, di mana Anda memberi satu sama lain dukungan, sehingga Israel berhasil dalam pemilu dan Amerika juga bisa mendapatkan dukungan dari kelompok lobi Israel di AS," kata Jaafari.

    Jaafari mengatakan, Dataran Tinggi Golan, yang direbut oleh Israel selama perang Enam Hari 1967 dan secara resmi dianeksasi pada 1981, pada akhirnya akan kembali ke Suriah.

    Seorang tentara Israel berjaga di pos di Dataran Tinggi Golan.[Haaretz]

    Atas klaim sepihak Dataran Tinggi Golan, pertemuan DK PBB digelar atas permintaan Suriah. Damaskus menegaskan bahwa pengakuan Dataran Tinggi Golan milik Israel bertentangan dengan resolusi PBB yang secara tegas menyatakan aneksasi Israel "batal demi hukum".

    Amerika Serikat dikecam 14 negara Dewan Keamanan PBB lainnya atas keputusannya untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang melanggar hukum internasional.

    Baca: Amerika Serikat Diminta Israel Akui Dataran Tinggi Golan Miliknya

    Dikutip dari Al Jazeera, setiap delegasi pada sesi rapat DK PBB mendukung kedaulatan Suriah atas Dataran Tinggi Golan dan menentang pencaplokan Israel setelah dekrit Trump.

    Tiga resolusi Dewan Keamanan menyerukan Israel untuk mundur dari Dataran Tinggi Golan, yang direbutnya dari Suriah dalam Perang Enam Hari 1967 dan dianeksasi lagi pada 1981, sebuah tindakan Israel yang tidak diakui secara internasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.