Dua Kapal Penghancur Amerika Datangi Laut Cina Selatan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal perang AS, USS Decatur (kiri) berusaha menghindari tabrakan dengan kapal perang Cina di Laut Cina Selatan pada Ahad, 30 September 2018. GCCaptain.com via ABC News

    Kapal perang AS, USS Decatur (kiri) berusaha menghindari tabrakan dengan kapal perang Cina di Laut Cina Selatan pada Ahad, 30 September 2018. GCCaptain.com via ABC News

    TEMPO.COWashington – Dua kapal perang Amerika Serikat berlayar dekat kepulauan yang diklaim Cina sebagai wilayahnya di Laut Cina Selatan pada Senin, 11 Februari 2019.

    Baca:

     

    Langkah ini menimbulkan kemarahan Beijing di saat hubungan kedua ekonomi terbesar dunia semakin menegang.

    Beijing dan Washington terlibat dalam perang dagang dan sedang berusaha mencapai kesepakatan menjelang tenggat 1 Mare 2019.

    Jika tenggat ini terlewati, AS bakal mengenakan kenaikan tarif impor dari 10 persen menjadi 25 persen untuk impor dari Cina senilai US$200 miliar atau sekitar Rp2.00 triliun.

    Baca:

     

    “Dua kapal penghancur AS, yang dilengkapi dengan rudal terpandu, berlayar dalam 12 mil di kawasan Mischief Reef di Kepulauan Spratly,” kata seorang pejabat AS seperti dilansir Reuters pada Senin, 11 Februari 2019.

    Operasi militer ini merupakan upaya terbaru dari AS untuk melawan upaya Beijing membatasi kebebasan navigasi di kawasan laut strategis ini. Cina, Jepang, dan sejumlah AL dari negara ASEAN beroperasi di kawasan ini.

    CNN melansir dua kapal perang itu sebagai USS Spruance dan USS Preble.  “Operasi itu untuk menantang klaim maritim dan mempertahankan akses di jalur laut sesuai hukum internasional,” kata Cmdr Clay Doss, juru bicara Armada ke 7 AL AS.

    Baca:

     

    Cina mengklaim nyaris semua wilayah Laut Cina Selatan dan kerap mengecam AS dan sekutu yang mengirim kapal perang di kawasan ini.

    AS mengecam langkah Beijing melakukan militerisasi di kawasan Laut Cina Selatan ini, yang dilakukan dengan cara membangun instalasi militer dan pulau buatan.

    Pemerintah Cina membela kebijakan pembangunan pulau buatan itu dan menuding AS meningkatkan ketegangan dengan mengirim kapal perang dan pesawat militer berulang kali ke kawasan Laut Cina Selatan.

    Baca:

     

    Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, Taiwan dan Malaysia ikut mengajukan klaim kepemilikan sebagian wilayah laut ini.

    Reuters melansir juru bicara Kemenlu Cina, Hua Chunying, mengungkapkan kemarahan Cina dengan aksi dua kapal penghancur AS hari ini. “Kapal itu masuk ke wilayah Laut Cina Selatan tanpa permisi,” kata Chunying.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Efek Pemilu 2019 terhadap Ekonomi Indonesia

    Pemilihan umum menjadi perhatian serius bagi para investor di pasar saham dan pasar uang. Bagaimana mereka merespon gelaran pesta demokrasi 2019?