Pertama Kali, Amerika dan Inggris Latihan di Laut Cina Selatan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal perang Inggris HMS Sutherland berlayar ke Laut Cina Selatan untuk peringatkan Beijing tentang kebebasan berlayar di perairan yang dipersengketakan Cina dan beberapa negara.

    Kapal perang Inggris HMS Sutherland berlayar ke Laut Cina Selatan untuk peringatkan Beijing tentang kebebasan berlayar di perairan yang dipersengketakan Cina dan beberapa negara.

    TEMPO.COTokyo – Amerika Serikat dan Inggris telah menggelar latihan angkatan laut gabungan pertama di Laut Cina Selatan sejak Cina membangun pulau-pulau buatan di kawasan ini.

    Baca:

     

    Latihan gabungan ini melibatkan kapal penghancur USS McCampbell, yang berbasis di Jepang, dan sebuah kapal frigat AL Kerajaan Inggris, HMS Argyll, yang sedang melakukan tur di Asia. USS McCampbell merupakan kapal penghancur dengan misil terpandu.

    “Tidak ada catatan dalam sejarah baru-baru ini mengenai operasi bersama terutama di kawasan Laut Cina Selatan,” begitu dilansir juru bicara dari AL Amerika Serikat. Latihan bersama ini setidaknya belum pernah dilakukan sejak 2010.

    Baca:

     

    Kegiatan latihan ini berlangsung dari Jumat pekan lalu hingga Rabu pekan ini untuk menangani prioritas keamanan bersama.

    Pada Agustus 2018, kapal perang Inggris, HMS Abion, yang berbobot 22 ribu ton berlayar dekat dengan kepulauan Paracel, yang diklaim Cina di Laut Cina Selatan. Ini pertama kalinya Inggris menantang kontrol Beijing di kawasan ini, yang menjadi jalur laut strategis.

    Ini menyusul permintaan AS akan lebih banyak partisipasi internasional dalam aksi seperti ini. Beijing menuding London terlibat dalam aksi provokasi dengan pelayaran HMS Albion.

    Baca:

     

    Kapal penghancur USS McCampbell juga berlayar dalam jarak 12 mil laut di sekitar kawasan kepulauan Paracel untuk operasi kebebasan navigasi. Ini untuk menantang klaim maritim berlebih Cina di kawasan ini.

    Presiden Cina, Xi Jiping, menginspeksi latihan perang Angkatan Laut PLA di Laut Cina Selatan, Kamis, 12 April 2018. CNN -- Xinhua

    Cina mengklaim Laut Cina Selatan, yang dilewati oleh pengapalan barang senilai US$3 triliun atau sekitar Rp63 ribu triliun per tahun. Kawasan ini juga diklaim oleh Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.

    Baca:

     

    Menyusul meningkatnya aktivitas angkatan laut AS di kawasan Laut Cina Selatan ini, Presiden Cina, Xi Jinping telah memerintahkan pasukannya untuk bersiap menghadapi pertempuran. Seperti dilansir SCMP dia telah meminta PLA untuk menggelar lebih banyak simulasi menghadapi berbagai kemungkinan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.