AS Akan Pangkas Sumber Pendapatan Maduro, Dialihkan ke Oposisi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Venezuela, Nicolas, Maduro, mengumpulkan massa pendukungnya di depan istana kepresidenan untuk melawan unjuk rasa ratusan ribu orang warga Venezuela di ibu kota Caracas, yang menuntutnya mundur, pada Rabu, 23 Januari 2019. Twitter @Tmaniglia

    Presiden Venezuela, Nicolas, Maduro, mengumpulkan massa pendukungnya di depan istana kepresidenan untuk melawan unjuk rasa ratusan ribu orang warga Venezuela di ibu kota Caracas, yang menuntutnya mundur, pada Rabu, 23 Januari 2019. Twitter @Tmaniglia

    TEMPO.CO, Jakarta - AS akan memangkas pendapatan  Venezuela agar tidak mengalir ke pemerintahan presiden Venezuela, Nicolas Maduro, melainkan mengalir ke pemimpin oposisi, Juan Guaido.

    Penjelasan itu datang dari pejabat top AS, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 24 Januari 2019.

    Baca: Nicolas Maduro vs Juan Guaido, Siapa Mendukung Siapa?

    Meski tidak ada penjelasan detil soal pemangkasan pendapatan presiden Maduro, namun Venezuela sedang berjuang dengan krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah negara itu. 

    AS secara terbuka mendukung Guaido yang mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpin Venezuela sementara hingga pemilu diadakan. Wakil presiden AS, Mike Pence melalui rekaman videonya menyebut Maduro sebagai diktator. 

    Baca: Instagram Tak Akui Akun Resmi Presiden Venezuela Nicolas Maduro

    "Apa yang menjadi fokus kami hari ini adalah memutuskan hubungan dengan rezim tidak sah Maduro dari sumber-sumber pendapatannya," kata John Bolton, penasehat keamanan nasional AS kepada wartawan di Gedung Putih.

    John Bolton menggarisbawahi bahwa AS tetap mendukung Guaido sebagai presiden sementara yang konstitusional.

    Baca: Amerika Peringatkan Maduro untuk Tidak Gunakan Kekerasan

    "Kami konsisen dengan pengakuan kami terhadap Juan Guaido sebagai presiden Venezuela sementara yang konstitusional sehingga pendapatan itu seharusnya kepada pemerintahan yang sah," kata Bolton.

    Meski begitu, Bolton mengakui prosesnya sangat rumit dan para pejabat masih mempelajari bagaimana hal itu akan berfungsi.

    Kabinet Nicolas Maduro maupun pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido belum memberikan tanggapan atas keinginan AS itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.