Wali Kota Gay dari Demokrat Maju untuk Pilpres AS 2020

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pete Buttigieg.[REUTERS]

    Pete Buttigieg.[REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali kota gay dari Partai Demokrat akan mencalonkan diri untuk maju dalam pilpres AS 2020.

    Pete Buttigieg, wali kota berusia 37 tahun dari South Bend, Indiana, akan mencatat sejarah kandidat gay yang mencalonkan diri menuju Gedung Putih setelah ia mengumumkan pembentukan timses pada Rabu kemarin, seperti dikutip dari ABC News, 24 Januari 2019.

    Baca: Kamala, Perempuan Kulit Hitam Pertama yang Maju Pilpres AS 2020

    Buttigieg mengumumkan pencalonannya dalam unggahan video di akun Twitternya.

    "Saya milik generasi yang melangkah maju sekarang," kata Buttigieg dalam video pengumumannya. "Kami generasi yang hidup melalui penembakan di sekolah, yang melayani dalam perang setelah 9/11. Dan kami adalah generasi yang berdiri untuk menjadi yang pertama menghasilkan lebih sedikit dari orang tua kita, kecuali kita melakukan sesuatu yang berbeda."

    Dalam konferensi pers di Washington DC pada Rabu kemarin, Buttigieg yang menikah dengan pasangannya Chasten Glezman tahun lalu mengatakan pencalonannya adalah sesuatu yang bersejarah.

    Buttigieg mengatakan perlombaan pilpres 2020 seharusnya tidak hanya tentang identitas kandidat.

    Baca: Perempuan Kulit Hitam yang Maju Pilpres AS, Siapa Kamala Harris?

    "Saya orang gay pertama yang secara terbuka mencalonkan diri menjadi nominasi presiden Demokrat. Tapi ini bukan hanya tentang profil, pada akhirnya ini harus tentang gagasan," kata Buttigieg.

    Suaminya, Chasten Glezman, mengucapkan selamat dan bangga atas pencalonannya di Twitter.

    Buttigieg adalah lulusan Harvard University dan Oxford. Dia menjadi pejabat gay pertama dalam pemerintahan Indiana.

    Buttigieg sempat mempublikasikan esai pada 2015 di surat kabar South Bend Tribune, dua pekan sebelum Mahkamah Agung AS melegalkan pernikahan gay.

    Dikutip dari CNN, Buttigieg, yang terpilih sebagai wali kota pada tahun 2011 di usia 29 tahun, keluar pada tahun 2015 - beberapa hari sebelum Mahkamah Agung menjatuhkan larangan pernikahan sesama jenis di seluruh negeri.

    Dalam sebuah kolom berjudul "Why coming out matters" ia menulis tentang kesulitan yang ia hadapi dengan seksualitasnya dan terbuka tentang hal itu di depan umum.

    Pete Buttigieg.[military.com]

    Dia adalah mantan tentara dan ditugaskan sebagai perwira intelijen Angkatan Laut pada tahun 2009 dan pada 2013, saat menjabat sebagai wali kota, ia dikerahkan ke Afganistan selama tujuh bulan.

    Baca: Elizabeth Warren Siap Maju untuk Pilpres Amerika Serikat 2020

    "Menjadi gay tidak mempengaruhi kinerja pekerjaan saya di bisnis, di militer, atau dalam peran saya sekarang sebagai walikota," kata Buttigieg. "Itu membuat saya tidak lebih baik atau lebih buruk dalam menangani spreadsheet, senapan, rapat komite, atau keputusan perekrutan. Itu tidak mengubah cara penduduk dapat menilai keefektifan saya dalam melayani kota kami: dengan kemajuan lingkungan kami, ekonomi kami, dan layanan kota kami."

    Pada usia 37, Buttigieg sejauh ini bukan hanya kandidat gay pertama, namun juga kandidat termuda Demokrat yang maju pilpres Amerika Serikat untuk menggeser Presiden Donald Trump pada 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.