Indonesia Hadiri Forum APEC Tanpa Agenda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Meski datang tanpa agenda, pemerintah Indonesia, menurut Sekretaris Negara Bambang Kesowo, siap mengikuti Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Shanghai pada 15-21 Oktober 2001. Menurut Bambang, agenda itu tidak perlu mengingat Forum APEC adalah acara bersama. Sesuai surat Presiden RRC Jiang Zhemin kepada Presiden Megawati, katanya, beberapa topik yang akan dibahas di forum adalah perkembangan ekonomi makro, program pengembangan sumber daya manusia, dan kemungkinan agenda baru dalam perundingan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang akan datang.

    Walaupun APEC bukan forum politik, Bambang tidak menafikan kemungkinan dibahasnya masalah terorisme berkaitan dengan teror di Amerika Serikat pada 11 September. "Para pemimpin negara itu akan sulit menghindarkannya, apalagi 'aktor intelektualnya' ada di situ kan," kata Bambang merujuk Presiden AS George W. Bush yang dipastikan hadir dalam forum itu.

    Sementara di Shanghai, menteri dari 21 negara Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik kemarin membuka perundingan mengenai liberalisasi ekonomi regional. Menteri Luar Negeri Cina Tang Jiaxuan mengungkapkan perundingan dua hari itu akan difokuskan pada peningkatan perdagangan dan investasi. Menurut dia, negara anggota APEC mesti mengambil langkah-langkah finansial dan fiskal yang efektif guna menstabilkan pasar dan menumbuhkan kembali keyakinan. "Sehingga memungkinkan negara APEC melepaskan diri dari kelesuan ekonomi secepat mungkin," katanya dalam pidato pembukaan, seperti dikutip kantor berita AFP.

    Wartawan Koran Tempo melaporkan Presiden Megawati Soekarnoputri yang disertai putrinya, Puan Maharani, dan suaminya, Taufik Kiemas, tiba di Hong Kong untuk bermalam dua hari sebelum bertolak menuju Shanghai. Meski menurut Kepala Protokol Negara Rachmat Ranudiwijaya, keberadaan Presiden Megawati di Hongkong untuk mengkondisikan diri terhadap isu-isu ekonomi, namun agenda Presiden pada Kamis (18/10) ini adalah acara intern. Pihak protokol dari Konjen RI di Hongkong sudah wanti-wanti kepada wartawan bahwa sepanjang hari Kamis (18/10) tidak ada acara yang bisa diliput. (Kurie Suditomo/Herry G)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.