Mike Pompeo Akan Tanyakan Kasus Jamal Khashoggi ke Putra Mahkota

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mike Pompeo saat akan dilantik menjadi Direktur Central Intelligence Agency (CIA) di Gedung putih, Washington, 23 Januari 2017.  REUTERS/Jonathan Ernst

    Mike Pompeo saat akan dilantik menjadi Direktur Central Intelligence Agency (CIA) di Gedung putih, Washington, 23 Januari 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo akan menanyakan kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi dalam pertemuannya dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Pertemuan kedua pemimpin itu akan dilakukan dalam kunjungan resmi Pompeo ke Arab Saudi dalam waktu dekat.

    “Saya akan sampaikan padanya (Putra Mahkota) bahwa posisi sikap kami konsisten. Posisi Amerika Serikat baik secara pribadi maupun umum, tetap sama. Ini adalah tindakan memalukan, sebuah tindak pembunuhan yang tak bisa diterima,” kata Pompeo, seperti dikutip dari edition.cnn.com, Minggu, 13 Januari 2019.  

    Baca: Kasus Jamal Khashoggi Terbongkar, Arab Saudi Rombak Intelijen

    Jamal Khashoggi, wartawan senior asal Arab Saudi yang tewas dibunuh pada 2 Oktober 2018. Sumber: POMED/cphpost.dk

    Baca: Pembunuh Jamal Khashoggi Bilang 'Beritahu Bos Anda'

    Menurut Pompeo, mereka yang bertanggung jawab dalam pembunuhan ini akan dituntut pertanggung jawabannya oleh Amerika Serikat. Washington bertekad mengumpulkan semua fakta-fakta terkait pembunuhan ini secepatnya dan secara komprehensif.

    Khashoggi, 59 tahun adalah wartawan senior berdarah Arab Saudi, namun setahun sebelum pembunuhan terhadapnya dilakukan, dia mengasingkan diri ke Amerika Serikat menggunakan fasilitas green card.

    Di Amerika Serikat, dia tinggal di Virginia dan rutin menulis untuk rubrik kolom di surat kabar Washington Post. Khashoggi selama ini dikenal suka mengkritisi kebijakan Riyadh. Dia dibunuh di kantor konsulat Arab Saudi di Turki pada Oktober 2018.

    Pada Desember 2018, Senat Amerika Serikat sudah meloloskan sebuah resolusi yang mengutuk Putra Mahkota atas pembunuhan Khashoggi. Dalam resolusi itu, Senat Amerika Serikat sangat yakin Putra Mahkota Mohammed bin Salman bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi dan menyerukan agar Riyadh memastikan pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab dibawa ke pengadilan.    

    Pompoe mengatakan Amerika Serikat menghargai nilai-nilai kemanusiaan di seluruh dunia dan akan menyeret ke pengadilan siapapun yang bertanggung jawab atas kasus kematian Khashoggi ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.