Jamal Khashoggi, Amerika Menanti Investigasi Kredibel Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, berkunjung menemui Raja Salman dari Arab Saudi di ibu kota Riyadh pada 16 Oktober 2018. Reuters

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, berkunjung menemui Raja Salman dari Arab Saudi di ibu kota Riyadh pada 16 Oktober 2018. Reuters

    TEMPO.COWashington – Pemerintah Amerika Serikat belum meyakini investigasi oleh otoritas hukum Arab Saudi terkait pembunuhan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, telah memenuhi aspek kredibilitas.

    Baca:

     

    Pejabat senior dari kementerian Luar Negeri AS mengatakan ini menyusul digelarnya proses persidangan 11 orang terdakwa pembunuh Khashoggi dengan lima orang diantaranya dituntut hukuman mati di pengadilan Arab Saudi pada pekan ini.

    “Menlu telah secara konsisten berhubungan dengan Saudi untuk benar-benar mendorong investigasi yang akuntabel dan kredibel, yaitu Saudi harus memiliki narasi yang kredibel mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” kata pejabat ini seperti dilansir Reuters pada Jumat, 4 Januari 2018.

    Menlu Mike Pompeo bakal menekankan aspek kredibilitas dan akuntabilitas kepada pemerintah Saudi terkait investigasi kasus pembunuhan Khashoggi saat berkunjung pada pekan depan ke kawasan Timur Tengah termasuk Riyadh.

    Baca:

     

    “Saya pikir dari sudut pandang kami narasi yang muncul dari Saudi terkait proses hukum kasus ini belum memenuhi aspek kredibilitas dan akuntabilitas,” kata pejabat senior tadi.

    Pompeo menginginkan otak dan para pelaku lapangan kejahatan pembunuhan Khashoggi ini diketahui dan diberi hukuman setimpal.

    Wartawan asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi, menjadi salah satu wartawan yang dimasukkan ke dalam daftar “Person of the Year”atau “Tokoh Tahun Ini” oleh Majalah Time pada 11 Desember 2018. Jamal Khashoggi, yang dikenal sebagai pengecam Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman, dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada tanggal 2 Oktober lalu. Courtesy Time Magazine/Handout via REUTERS

    Seperti dilansir Anadolu, Jamal Khashoggi, 60 tahun, tewas di bunuh di kantor Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Dia dibunuh tim pembunuh yang dikirim Direktorat Intelijen Umum Arab Saudi saat mengurus dokumen persiapan pernikahannya.

    Baca:

     

    Pemerintah Saudi sempat mengaku tidak tahu menahu mengenai keberadaan Khashoggi dengan alasan jurnalis senior asal Arab Saudi itu telah meninggalkan kantor konsulat lewat pintu belakang konsulat. Padahal, kekasih Khashoggi yaitu gadis Turki Hatice Cengiz datang bersama Khashoggi ke kantor konsulat itu dan menunggu di seberang pintu gerbang konsulat.

    Belakangan, Arab Saudi mengakui Khashoggi tewas terbunuh setelah otoritas Turki memberikan salinan rekaman audio proses pembunuhan Jamal Khashoggi ke Jaksa Agung Saudi, yang datang ke Turki. Hingga kini, jasad Khashoggi belum diketahui keberadaannya dan diduga telah dibawa dalam keadaan dimutilasi ke Arab Saudi oleh tim pembunuh.

    Baca:

     

    Turki meminta Arab Saudi mengekstradisi para tersangka pembunuhan termasuk Deputi Kepala Intelijen Mayor Jenderal Ahmed al Asiri dan Kepala Siber Saudi, Saudi Al Qahtani, yang diduga merancang pembunuhan Jamal Khashoggi. Pemerintah Saudi menolak permintaan ini dengan alasan negaranya tidak pernah mengekstradisi warga negara ke negara lain untuk dihukum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.