Penyayang Hewan di Cina Selamatkan 375 Kucing dari Rumah Jagal

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kucing yang siap dijagal untuk dipasarkan dagingnya di Pasar Tomohon, Sulawesi Utara, Desember 2017. Foto: Dog Meat Free Indonesia

    Kucing yang siap dijagal untuk dipasarkan dagingnya di Pasar Tomohon, Sulawesi Utara, Desember 2017. Foto: Dog Meat Free Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi peduli kesejahteraan hewan di Cina, Capital Animal Welfare Association, menyelamatkan 375 ekor kucing dari rumah jagal ilegal.

    Berdasarkan laporan South China Morning Post, Jumat, 7 Desember 2018, para penyayang hewan yang tinggal di kota Tianjin telah mencari hewan piaraan yang hilang dan menemukan alasan hilangnya hewan berbulu lembut itu.

    Baca: Kucing Berjalan 19 Kilometer Cari Pemiliknya, Malah Dibuang dan..

    "Bulu kucing, kulit, dan kotoran kucing bertebaran di jalan menuju rumah di persimpangan," ujar seorang perempuan bernama Shi di situs Thecover.cn.

    Warga setempat mengetahui ada tempat rumah pembantaian hewan ilegal beroperasi, namun tidak dapat menemukannya.

    Ketika kelompok pecinta hewan ini menemukan rumah jagal hewan itu, mereka menemukan ada 375 ekor kucing berada dalam 24 kandang yang sempit.

    Baca: Hari Kucing, Memperingati Persahabatan Manusia dengan Kucing

    Operasi penyelamatan ratusan kucing ini berlangsung dari hari Minggu malam hingga berlanjut ke hari Senin pagi. Namun ada 4 kucing yang tidak dapat bertahan hidup .

    Seluruh kucing itu kemudian diadopsi oleh Capital Animal Welfare Associaton.

    Tidak ada penjelasan bagaimana para pecinta hewan merampungkan misi penyelamatan kucing tersebut.

    Sebagian besar kucing yang diselamatkan itu diduga kuat kucing piaraan karena terlihat dari kukunya yang terawat.

    Kucing.

    Baca: Aktivis Hewan Tawarkan Rp 530 Juta untuk Temukan Pembunuh Kucing

    Pertengahan tahun 2017, seorang pria Cina ditangkap dengan 500 kucing yang ditaruh dalam kandang sempit di dalam truknya, seperti dikutip dari The Straits Times.

    Pria tersebut menangkapi ratusan kucing itu di kota Jiujiang di selatan provinsi Jiangsu. Kucing-kucing itu akan dijual sebagai santapan manusia.

    Ia menjual kucing itu seharga 30 yuan atau sekitar US$ 4.40 per ekor.

    Polisi menangkap pria itu berdasarkan pengaduan seorang pemilik sejumlah kucing termasuk induk kucing dengan 5 anak kucingnya.

    Di Cina tidak ada larangan orang mengkonsumsi kucing. Namun di provinsi Guandong, larangan mengkonsumsi kucing telah berlangsung sejak 2007.

    Menurut kelompok advokasi Animal Asia yang berkantor di Hong Kong, sekitar 4 juta kucing dan 10 juta anjing disembelih untuk disantap di Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.