Turki Didesak Minta ke PBB Selidiki Pembunuhan Jamal Khashoggi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendemo memegang poster dengan gambar wartawan Saudi, Jamal Khashoggi di luar konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, 25 Oktober 2018. REUTERS

    Pendemo memegang poster dengan gambar wartawan Saudi, Jamal Khashoggi di luar konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, 25 Oktober 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga HAM, Human Right Watch atau HRW menghimbau Turki agar memasukkan sebuah permintaan resmi ke Sekjen PBB, Antonio Guterres, agar PBB melakukan pembuktian internasional yang independen terkait pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi, 59 tahun. Saat ini Putra Mahkota Mohammed bin Salman, menjadi perhatian publik karena diduga terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.   

    “Sebuah investigasi internasional di bawah otoritas Sekjen PBB akan memiliki mandat dan kredibilitas tinggi. Para saksi mata dan terduga pelaku di Arab Saudi harus mau bekerja sama dengan memberikan fakta-fakta dan informasi terkait pembunuhan ini yang terjadi di kota Istanbul pada 2 Oktober 2018,” tulis HRW dalam situs mereka, Kamis, 7 Desember 2018.          

    Baca: Diselidiki Jaksa Argentina, Mohammed bin Salman Pindah ke Kedubes  

    Menurut HRW, investigasi akan memutus segala jenis upaya yang ditujukan untuk melindungi pejabat tinggi Arab Saudi dan mengaburkan kebenaran. Pemerintah Turki telah membuat pernyataan publik untuk mendukung permintaan ini, namum belum mengajukannya secara resmi ke PBB.

    “Pemerintah Turki harus secara serius dalam membuat seruan agar dilakukan investigasi internasional atas kematian Jamal Khashoggi dengan cara membuat surat resmi kepada Sekjen PBB,” kata Sarah Leah Whitson, Direktur HRW untuk wilayah Timur Tengah, seperti dikutip dari aljazeera.com, Jumat, 7 Desember 2018.

    Kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, tewas di bunuh tim pembunuh dari Arab Saudi yang berjumlah 15 orang. Middel East Eye

    Baca: Ponselnya Diretas, Teman Jamal Khashoggi Gugat Perusahaan Israel

    Whitson mengatakan investigasi yang dilakukan oleh PBB adalah peluang terbaik untuk mendorong Arab Saudi memberikan fakta-fakta yang dibutuhkan dan informasi mengenai peran pasti Mohammed bin Salman dalam kasus pembunuhan ini. Sebab segala informasi ini hanya tersedia dari sumber-sumber di Arab Saudi. 

    Kerajaan Arab Saudi sampai Desember ini masih berkeras mengatakan Mohammed bin Salman tidak tahu-menahu soal pembunuhan rencana Khashoggi. Namun anggota senat Amerika Serikat pada awal pekan lalu mengatakan mustahil Putra Mahkota Mohammed bin Salman tidak terlibat dalam pembunuhan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.