Ponselnya Diretas, Teman Jamal Khashoggi Gugat Perusahaan Israel

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamal Khashoggi, 59 tahun, wartawan asal Arab Saudi, hilang di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. Sumber : AP/trtworld.com

    Jamal Khashoggi, 59 tahun, wartawan asal Arab Saudi, hilang di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. Sumber : AP/trtworld.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang warga Arab Saudi pengkritik penguasa Arab Saudi menggugat perusahaan spyware Israel karena meretas ponselnya dan memantau komunikasinya dengan Jamal Khashoggi sebelum dibunuh.

    Omar Abdulaziz telah mengajukan gugatan terhadap NSO Group di Israel, dilaporkan New York Times, 4 Desember 2018. Abdulaziz menuduh bahwa perangkat lunak Israel digunakan untuk meretas ponselnya.

    Baca: Pesan WhatsApp Jamal Khashoggi Berikan Petunjuk Baru

    Gugatan menambah tekanan baru pada perusahaan NSO Group dan pemerintah Israel, yang melisensikan penjualan spyware perusahaan kepada pemerintah asing, yang dikenal sebagai Pegasus.

    Gugatan juga mengundang perhatian baru pada kedekatan Israel dengan Arab Saudi dan kerajaan Teluk Arab lainnya.

    Aktivis Arab Saudi dan teman Jamal Khashoggi, Omar Abdulaziz. (YouTube/Times of Israel)

    Arab Saudi dan Uni Emirat Arab tidak pernah mengakui negara Yahudi tetapi telah diam-diam semakin dekat karena punya musuh bersama, yakni Iran. Sejak peristiwa Arab Spring, Israel dan kerajaan Arab juga memiliki kepentingan bersama untuk menjaga tatanan Arab yang stabil.

    Gugatan diajukan di Israel oleh warga Saudi yang tinggal di Montreal, Omar Abdulaziz, menyusul tuntutan wartawan, aktivis, dan lainnya yang menuduh NSO Group telah membantu pemerintah Meksiko dan Uni Emirat Arab memata-matai ponsel pintar mereka meskipun orang-orang bebas catatan kriminal dan tidak menimbulkan ancaman kekerasan.

    Baca: Karyawan Amnesti Internasional Diretas Spyware Buatan Israel

    Kelompok hak asasi manusia Amnesty International juga baru-baru ini menuduh NSO Group membantu Arab Saudi memata-matai seorang anggota staf organisasi. Amnesty International mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan tindakan hukum setelah kementerian pertahanan Israel menolak permintaan untuk mencabut lisensi NSO Group untuk mengekspor spyware-nya.

    "Dengan terus menyetujui NSO Group, Departemen Pertahanan secara praktis mengakui bekerja sama dengan NSO Group karena perangkat lunak mereka digunakan untuk melakukan pelanggaran hak asasi manusia," kata Molly Malekar, direktur program kantor Amnesty International Israel.

    Dalam foto yang dirilis 25 Agustus 2016, menunjukan perusahaan Grup NSO Israel yang memiliki kantor sampai beberapa bulan yang lalu di Herzliya, Israel. Kelompok hak asasi manusia Amnesty International mengatakan bahwa seorang anggota stafnya ditargetkan oleh spyware buatan Israel dari NSO Group.[AP Photo / Daniella Cheslow]


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.