Selasa, 20 November 2018

Inggris Desak PBB Keluarkan Resolusi Damaikan Yaman

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bocah yang mengalami malnutrisi terbaring di tempat tidur di pusat perawatan malnutrisi di Sanaa, Yaman, 7 Oktober 2018. Relawan kemanusiaan dan para pemimpin politik kini menyerukan gencatan senjata serta langkah-langkah darurat untuk menghidupkan kembali perekonomian Yaman. REUTERS/Khaled Abdullah

    Seorang bocah yang mengalami malnutrisi terbaring di tempat tidur di pusat perawatan malnutrisi di Sanaa, Yaman, 7 Oktober 2018. Relawan kemanusiaan dan para pemimpin politik kini menyerukan gencatan senjata serta langkah-langkah darurat untuk menghidupkan kembali perekonomian Yaman. REUTERS/Khaled Abdullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Inggris mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB mengeluarkan resolusi baru untuk mengakhiri perang sipil di Yaman.

    Baca: Kenapa Yaman Dilanda Perang?

    London meyakini ada peluang untuk pertama kalinya tercapai solusi politik atas krisis yang sedang terjadi.

    “Sudah terlalu lama konflik terjadi di Yaman, dan pihak yang bertikai meyakini solusi militer, tapi terjadi konsekuensi bahaya besar bagi rakyat,” kata Jeremy Hunt, Menteri Luar Negeri Inggris, seperti dilansir media Sky News pada Senin, 5 November 2018.

    Hunt melanjutkan, “Sekarang untuk pertama kalinya muncul kesempatan bagi pihak bertikai untuk datang ke meja perundingan, berhenti saling bunuh, dan mencapai solusi politik, yang merupakan solusi jangka panjang untuk keluar dari bencana.”

    Baca: Perang Yaman: Belum Ada Tanda Berakhir

    Saat ini, koalisi pasukan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mendukung pasukan pemerintah Yaman melawan pasukan Houthi, yang didukung pasukan Iran.

    Ini merupakan pernyataan yang mengeras dari London terhadap pemerintah Arab Saudi. Selama tiga setengah tahun terakhir, pemerintah Inggris mendukung operasi militer Arab Saudi dengan informasi intelijen serta menyuplai senjata dan pesawat tempur.

    Para siswa menerimba buku saat belajar di rumah guru, yang mengubah rumah pribadinya jadi sekolah untuk 700 murid di Taiz, Yaman, 18 Oktober 2018.[REUTERS/Anees Mahyoub]

    Namun perang ini malah menyebabkan ribuan warga sipil tewas dan memicu terjadinya kelaparan massal. Kondisi yang makin parah ini menekan Inggris agar menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi.

    Baca: Didesak Amerika Serikat, Yaman Siap Akhiri Perang Sipil

    Seorang diplomat asing mengatakan ada rencana untuk merancang resolusi di Dewan Keamanan PBB. Resolusi ini berisi perintah penghentian pertempuran dan sikap bermusuhan, memulai pembicaraan damai untuk mencapai gencatan senjata permanen. “Kata-kata persisnya akan ditentukan. Tapi apa pun itu, tujuannya seperti itu,” ucap sang diplomat.

    Baca: Perang Yaman, Pangeran Saudi Salahkan Raja Salman dan Putranya

    Pemerintah Arab Saudi saat ini juga menghadapi tekanan dari dunia internasional untuk mengungkap kasus tewasnya kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi. Seperti dilansir Reuters, pemerintah Amerika, Inggris, Prancis, Jerman, dan Turki mendesak Arab Saudi mengungkap dalang pembunuhan Jamal Khashoggi dan mengadilinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.