Kenapa Yaman Dilanda Perang?

Pemberontak Syiah Houthi mengangkat senjata mereka selama unjuk rasa menentang serangan udara di Sanaa, Yaman, 26 Maret 2015. [REUTERS / Khaled Abdullah]

TEMPO.CO, Jakarta - Selama tiga tahun terakhir, Yaman, negara termiskin di dunia Arab, dicengkeram oleh perang saudara antara milisi Houthi dan pendukung pemerintah yang diakui internasional.

Houthi dan pemerintah Yaman telah terlibat bentrokan sejak 2004, dengan disela gencatan senjata beberapa kali. Namun pertempuran ketika itu hanya terjadi di utara Yaman, di provinsi miskin, Saada, dilaporkan dari Aljazeera 1 November 2018.

Baca: Qatar Dukung Amerika Serikat untuk Gencatan Senjata di Yaman

Pada September 2014, pemberontak Houthi mengambil alih ibu kota Yaman, Sanaa, hingga terus ke wilayah selatan ke kota terbesar kedua Yaman, Aden.

Negara-negara Arab kemudian melancarkan kampanye militer pada 2015 untuk mengalahkan Houthi dan memulihkan pemerintahan Yaman.



Awal Konflik

Jejak pertempuran skala besar dimulai ketika peralihan kekuasaan dari penguasa otokratis, Presiden Ali Abdullah Saleh, kepada wakilnya yang menjadi presiden saat ini, Abd Rabbu Mansour Hadi pada November 2011, dilansir dari The Sun.

Saleh dipaksa mundur setelah seruan dampak Arab Spring menyebar di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah.

Baca: Perang Yaman: Belum Ada Tanda Berakhir

Ketika itu Hadi berupaya menuntaskan masalah Yaman di antaranya serangan Al Qaeda, gerakan separatis yang muncul di selatan, perpecahan di kubu militer, korupsi, kekurangan pangan dan pengangguran.

Kemudian gerakan Houthi muncul di tengah masalah negeri. Houthi, gerakan dari wilayah pegunungan di utara Yaman pada 2004, yang merupakan gerakan Syiah Zaidi, semakin berkembang di tengah ketakutan masyarakat dari dominasi Sunni.

Pemberontak Houthi mengangkat senjata mereka saat merayakan kematian mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, di Sanaa, Yaman, 4 Desember 2017. REUTERS

Pertempuran kecil awalnya hanya terbatas pada kawasan pegunungan di Saada. Kemudian meluas ke wilayah utara lain seperti Amran dan wilayah barat, Al Jawf. Houthi mendapat momentum pada 2011 dan menguasai seluruh Provinsi Saada.

Desakan agar Presiden Hadi mundur pada Januari 2015 akibat efek domino dari Arab Spring, membuat Houthi terus menuju ke Yaman selatan dan mengambil alih Abyan, Aden dan Lahj, dikutip dari European Council on Foreign Relation, ecfr.ue. Pada Juli dan Agustus 2015, Houthi ditahan oleh pejuang milisi dukungan koalisi Arab.

Campur Tangan Asing






Inggris Janji Akan Terus Dukung Ukraina

1 hari lalu

Inggris Janji Akan Terus Dukung Ukraina

Inggris memiliki ketahanan strategis untuk mendukung Ukraina sampai perang dengan Rusia dimenangkan


Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

8 hari lalu

Lagi, Volodymyr Zelensky Klaim Ukraina Menangi Pertempuran

Volodymyr Zelensky mencatat pertempuran sengit dengan Rusia masih terjadi di garis depan dengan total panjang lebih dari 2 ribu kilometer.


Editor RT.com Protes Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

9 hari lalu

Editor RT.com Protes Mobilisasi Militer Rusia ke Ukraina

Memobilisasi militer ke Ukraina ke menuai protes, salah satunya dari editor kanal berita asal Rusia, RT.com


Kunjungi UNS Solo, Duta Besar Ukraina Beberkan Kondisi di Medan Perang

11 hari lalu

Kunjungi UNS Solo, Duta Besar Ukraina Beberkan Kondisi di Medan Perang

Acara itu merupakan bagian dari kunjungan kerja Duta Besar Ukraina ke beberapa perguruan tinggi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.


Vladimir Putin Peringatkan Barat Nuklir Bukan Sekadar Gertakan

13 hari lalu

Vladimir Putin Peringatkan Barat Nuklir Bukan Sekadar Gertakan

Potensi perang nuklir yang disampaikan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin menandai eskalasi baru perang Ukraina.


Vladimir Putin Ingin Akhiri Perang

18 hari lalu

Vladimir Putin Ingin Akhiri Perang

Saat disindir Narendra Modi, Vladimir Putin pun mengutarakan pihaknya ingin melakukan apapun demi mengakhiri perang.


Tentara Rusia Disebut Kalah di Perang Ukraina, Ini Komentar Vladimir Putin

18 hari lalu

Tentara Rusia Disebut Kalah di Perang Ukraina, Ini Komentar Vladimir Putin

Vladimir Putin menegaskan tentaranya bisa lebih tegas jika mendapat tekanan lebih jauh. Tujuan Rusia tetap tidak berubah, yakni membebaskan Donbas.


PBB Waswas dengan Kondisi Tawanan Perang di Rusia

25 hari lalu

PBB Waswas dengan Kondisi Tawanan Perang di Rusia

PBB menyebut Rusia tak memberikan akses kesehatan pada tawanan perang dan adanya dugaan penganiayaan.


Mahathir Mohamad: Bangsa Eropa Kecanduan Perang

32 hari lalu

Mahathir Mohamad: Bangsa Eropa Kecanduan Perang

Mahathir Mohamad meyakini bangsa Eropa sangat ketagihan perang untuk membunuh orang sejak ribuan tahun lalu


Pertempuran Pecah di Ibu Kota Libya, 23 Tewas Puluhan Luka-luka

38 hari lalu

Pertempuran Pecah di Ibu Kota Libya, 23 Tewas Puluhan Luka-luka

Sejak Muammar Gaddafi digulingkan pada 2014, konflik terus menerus terjadi di Libya.