Senin, 10 Desember 2018

Wartawan Jamal Khashoggi Hilang, Turki Curiga Mobil Van Hitam

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamal Kashoggi. [Gulf Times]

    Jamal Kashoggi. [Gulf Times]

    TEMPO.CO, Jakarta - Keberadaan Jamal Khashoggi, wartawan asal Arab Saudi hingga Selasa, 9 Oktober 2018, masih misterius. Kecurigaan saat ini mengarah pada mobil van cat hitam yang meninggalkan kantor konsulat Arab Saudi di Istambul Turki, tak lama sebelum Khashoggi dilaporkan hilang.

    Dikutip dari independent.co.uk pada Selasa, 9 Oktober 2018, tim penyidik dari Kepolisian Turki tengah menyelidiki keberadaan mobil van misterius bercat hitam itu. Muncul pula dugaan mobil van itu membawa jasad Khashoggi.

    Baca: Amerika Serikat Pertanyakan Hilangnya Jurnalis Jamal Khashoggi

    "Para petugas di kantor konsulat tidak bisa mengatakan secara sederhana 'dia sudah pergi'," kata Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang menuntut Kerajaan Arab Saudi membuktikan Khashoggi telah meninggalkan kantor konsulat seperti yang diklaim.

    Baca: Dianggap Kritis, Jamal Khashoggi Hilang di Konsulat Saudi

    Ankara sebelumnya mengumumkan telah memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk Turki terkait hilangnya Khashoggi, wartawan senior yang dikenal suka mengkritik Kerajaan Arab Saudi. Sejak 2017, Khashoggi menetap di Amerika Serikat dan secara rutin menulis untuk sebuah kolom di Washington Post. Dalam sebuah acara di NTV, pemerintah Turki menuntut penjelasan dari konsulat Arab Saudi mengenai menit-menit terakhir setelah Khashoggi menghilang.

    Kasus wartawan hilang ini sekarang telah menjadi perhatian Turki dan negara-negara Arab, termasuk negara barat seperti Inggris. Pada Senin, 8 Oktober 2018, Inggris menggambarkan kasus wartawan hilang Khashoggi sebagai masalah yang sangat serius. Inggris menjadi negara barat pertama yang menyuarakan kekhawatiran atas hilangnya Khashoggi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.