Kapal Perang Cina Dinilai Agresif, Australia Bereaksi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal perang AS, USS Decatur (kiri) berusaha menghindari tabrakan dengan kapal perang Cina di Laut Cina Selatan pada Ahad, 30 September 2018. GCCaptain.com via ABC News

    Kapal perang AS, USS Decatur (kiri) berusaha menghindari tabrakan dengan kapal perang Cina di Laut Cina Selatan pada Ahad, 30 September 2018. GCCaptain.com via ABC News

    TEMPO.CO, Canberra – Menteri Pertahanan Australia, Christopher Pyne, mengkritik perilaku kapal perang Cina terhadap kapal perang Amerika di Laut Cina Selatan, yang terjadi pada awal pekan ini.

    Baca:

     

    Ini terkait gerakan kapal penghancur Cina Luyang, yang menghalau kapal penghancur AS, USS Decatur, hingga keduanya berdekatan sekitar 41 meter di Laut Cina Selatan.

    Canberra menyebut peristiwa itu mencerminkan taktik agresif Beijing di wilayah laut yang dipersengketakan itu.

    “Kami memandang setiap intimidasi atau taktik agresif sebagai mengganggu stabilitas dan berpotensi berbahaya,” kata Pyne seperti dilansir Guardian Australia dan Sputnik News pada Rabu, 3 Oktober 2018.

    Baca:

     

    Pyne juga menambahkan,”Australia secara konsisten telah mengekspresikan keprihatinan terhadap militerisasi Laut Cina Selatan dan terus mendesak semua pihak untuk menahan diri dari tindakan sepihak yang bisa menambah ketegangan di wilayah itu.”

    Militer Australia memulai latihan multilateral dua pekan di Laut Cina Selatan bersama militer dari Singapura, Malaysia, Selandia Baru dan Inggris pada pekan ini. “Ini dilakukan setelah hubungan Cina dan AS terus memburuk,” begitu dilansir Business Insider Australia.

    Baca:

     

    Saat ini, hubungan AS dan Cina menegang terkait isu perang dagang, penjualan senjata AS ke Taiwan, sanksi AS terhadap unit militer Cina karena membeli senjata canggih Rusia, dan meningkatnya patroli militer AS di Laut Cina Selatan.

    Presiden Cina Xi Jinping (tengah) dan istrinya Peng Liyuan mengelus seekor wallaby di halaman Government House, Canberra, Australia, 17 November 2014. REUTERS/David Gray

    Pada pekan lalu, Cina membatalkan dua pertemuan keamanan tingkat tinggi dengan pejabat AS pasca terkena sanksi terkait pembelian senjata dari Rusia. Beijing juga melarang kapal perang AS merapat di Hong Kong.

    Baca:

     

    Menteri Pertahanan AS, James Mattis, juga membatalkan rencana kunjungan ke Cina pada Oktober 2018 meski menyebut hubungan kedua negara tidak memburuk.

    “Ada poin-poin ketegangan dalam hubungan kedua negara tapi berdasarkan hasil diskusi di New York pada pekan lalu dan hal-hal yang akan datang, kami tidak melihat ini memburuk. Kami akan menyelesaikannya,” kata dia.

    Baca:

     

    Pemerintah Cina menuding AS sengaja mengancam kedaulatan dan keamanannya di Laut Cina Selatan, yang diklaim sebagai wilayah negaranya, dengan mengirim kapal perang ke perairan bersengketa tanpa izin. Kemenlu Cina menuding militer AS melakukan provokasi terus menerus dengan alasan kebebasan navigasi di wilayah laut ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.